https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nusantara /

Ratusan Kumbang Tanduk dari Pedalaman Kalsel Dikirim ke Surabaya, Buat Apa?

Ratusan Kumbang Tanduk dari Pedalaman Kalsel Dikirim ke Surabaya, Buat Apa?

Kumbang tanduk dari Kalsel diperiksa petugas karantina saat hendak dikirim ke Surabaya. foto: BKP Banjarmasin


Banjarbaru, elaeis.co - Kumbang tanduk yang dikenal dengan nama latin Oryctes rhinoceros merupakan salah satu hewan pengganggu atau hama pada tanaman kelapa sawit.

Namun siapa sangka, kumbang ini ternyata mempunyai nilai jual yang tinggi apabila sudah diolah menjadi suvenir maupun aksesoris.

Beberapa hari lalu Balai Karantina Pertanian (BKP) Banjarmasin melalui Wilayah Kerja Syamsudin Noor melakukan pemeriksaan terhadap 400 ekor kumbang tanduk yang akan dikirim ke Surabaya sebagai bahan pembuatan aksesoris. Kumbang tanduk ini berasal dari Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (kalsel).

"Kumbang yang akan dikirim ini sudah dalam keadaan mati. Meskipun demikian, serangga tersebut merupakan komoditas wajib lapor karantina yang apabila dilalulintaskan harus disertai dengan sertifikat karantina," jelas Suci, pejabat karantina Syamsudin Noor melalui keterangan resmi BKP Banjarmasin.

Sebelum diterbitkan sertifikat pelepasan karantina, pejabat karantina melakukan pemeriksaan fisik serta kesesuaian jumlah dan jenisnya. Dari hasil pemeriksaan dinyatakan bahwa persyaratan lengkap dan sesuai. "Kumbang juga dikemas dalam kondisi baik dan utuh sehingga layak untuk dilalulintaskan," sebutnya.

Yuswandi selaku dokter hewan karantina memberi arahan kepada pengrajin agar mengirim kumbang tanduk yang sudah dalam bentuk aksesoris jadi. "Sehingga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi, bahkan dapat diekspor secara langsung dari Kalsel," tukasnya.

Di sisi yang lain, dengan adanya para pengrajin yang mencari kumbang tanduk pada pohon sawit, para petani sawit menjadi sangat terbantu. "Karena kerusakan tanaman yang disebabkan oleh kumbang tersebut semakin berkurang," pungkasnya.
 

Komentar Via Facebook :