https://www.elaeis.co

Berita / Serba-Serbi /

PT REA Kaltim Plantations Melaksanakan FPKM  Program Kemitraan dengan Desa 

PT REA Kaltim Plantations Melaksanakan FPKM  Program Kemitraan dengan Desa 

Penandatanganan kerjasama antara Desa Kembang Janggut dan PT REA Kaltim Plantations.(Ist)


Tenggarong, elaeis.co - PT REA Kaltim Plantations menyerahkan 3 unit kendaraan sebagai bentuk program kegiatan usaha produktif pengganti Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKMS) di satu Desa di Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Penyerahan 3 unit kendaraan  dilaksanakan pada Rabu, (11/2/ di Pendopo Odah Etam Bupati Tenggarong secara simbolis oleh Bupati, Luke Robinow-Presiden, Direktur Sustainability Dr. Bremen Yong-PT REA Kaltim Plantations, Camat Kembang Janggut, kepada Kepala Desa Kembang Janggut Kecamatan Kembang Janggut.

Luke Robinow, President Direktur REA menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk realisasi perjanjian kerja sama kemitraan yang telah di tandatangani pada pertengahan tahun 2025, yang mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat mata pencaharian masyarakat melalui solusi ekonomi berbasis local. Dikembangkan melalui konsultasi intensif dengan Pemerintah Desa, kemitraan dirancang untuk menciptakan peluang pendapatan yang berkelanjutan, memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, serta mendukung usaha yang dikelola Koperasi Desa sebagai penggerak pertumbuhan.

Menurutnya, melalui model kemitraan FPKM antara perusahaan dan desa, unit kendaraan tersebut menghasilkan pendapatan dengan cara disewakan Kembali kepada perusahaan untuk kebutuhan operasional, sehingga desa dapat mendanai prioritas masyarakat, menciptakan peluang pekerjaan untuk masyarakat local, dan membangun ketahanan ekonoim. Selain itu, pendekatan ini juga mendukung arah kebijakan pemerintah mengenai hilirisasi dengan mendorong penciptaan nilai tambah di tingkat lokal, memastikan manfaat ekonomi tetap berada di lingkungan masyarakat,  berkontribusi pada pembangunan desa inklusif yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
 
“Bagi Kami, Implementasi FPKM harus menciptakan nilai yang berkelanjutan, bukan bantuan jangka pendek”, ujar  dalam siaran pers yang diterima elaeis.co, Rabu (11/2).

Lanjutnya, kerangka program ini dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan. Lalu memastikan aset dimanfaatkan dalam jangka panjang dan terus menghasilkan pendapatan yang stabil. 

Inisiatif ini selaras dengan salah satu dari empat pilar strategis keberlanjutan REA, yaitu pilar Pemberdayaan Mata Pencaharian (Empowering Livelihoods), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk membangun sumber pendapatan berkelanjutan melalui kemitraan inklusif dan solusi berbasis lokal. 

“Dengan mengikuti regulasi FPKM, diharapkan kebutuhan para pemangku kepentingan dapat terpenuhi serta mendorong iklim investasi yang baik di Kabupaten Kutai Kartanegara,” timpal Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kesm.

Kepala Desa Kembang Janggut menyambut baik skema tersebut dan menyoroti dampak jangka panjangnya. Melalui kemitraan FPKM ini, kendaraan tetap menjadi aset desa dan disewakan kepada REA untuk kegiatannya. 

“Hal ini menciptakan pendapatan rutin bagi desa dan memberikan fleksibilitas bagi kami untuk menggunakan dana tersebut sesuai prioritas masyarakat. Ini adalah model yang mendukung kemandirian, bukan bantuan sekali saja," singkatnya.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :