Berita / Pasar /
CPO Naik Drastis, Pasar Bersiap Sambut Data Penting dari Malaysia
Kuala Lumpur, elaeis.co – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada Senin (9/2), memutus tren penurunan tajam selama dua hari terakhir.
Penguatan harga ini ditopang kenaikan harga minyak kedelai pesaing di bursa internasional, menjelang rilis data bulanan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan Selasa (10/2).
Menurut data pasar pukul 15.35 WIB, kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives naik 0,46 persen menjadi 4.172 ringgit Malaysia per ton.
Di Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,17 persen, sementara kontrak minyak sawit cenderung stagnan. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melonjak 1,63 persen.
Pergerakan CPO kerap mengikuti minyak nabati pesaingnya karena kedua komoditas ini bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sentimen positif juga datang dari membaiknya kinerja ekspor. Data surveyor kargo menunjukkan pengapalan CPO pada Januari naik sekitar 14,9–17,9 persen secara bulanan, didorong aktivitas pengisian stok menjelang Festival Musim Semi di China dan Ramadan di Asia Selatan.
Permintaan dari pembeli utama, India, meningkat signifikan; impor minyak sawit India pada Januari melonjak 51 persen, mencapai level tertinggi dalam empat bulan setelah sebelumnya turun pada Desember.
Rilis data MPOB yang dijadwalkan pada 10 Februari menjadi perhatian pasar. Pada saat bersamaan, Palm and Lauric Oils Conference (POC) berlangsung pada 9–11 Februari, memberikan indikasi tren harga dan permintaan komoditas sawit global.
Reuters memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia akan mengakhiri tren kenaikan selama 10 bulan pada Januari, seiring ekspor yang kuat dan perlambatan produksi musiman.
Meski harga CPO menguat, kenaikan terbatas oleh penguatan nilai tukar ringgit dan pelemahan harga minyak mentah dunia. Kekhawatiran gangguan pasokan global juga mulai mereda, membuat pasar mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data inflasi konsumen (CPI) dan produsen (PPI) China, yang merupakan salah satu konsumen utama minyak sawit Indonesia.
Analis memperingatkan, harga CPO berpotensi tetap volatil hingga data MPOB dan konferensi POC rampung. Dengan permintaan ekspor yang meningkat, tekanan pasokan yang stabil, dan sentimen positif dari minyak nabati global, pelaku pasar terus memantau perkembangan untuk menentukan arah harga dalam minggu ini.







Komentar Via Facebook :