https://www.elaeis.co

Berita / Nusantara /

Produksi Kebun Sawit di Banten Anjlok Hingga 80 Persen

Produksi Kebun Sawit di Banten Anjlok Hingga 80 Persen

Ilustrasi/Dok.elaeis


Banten, elaeis.co - Sejak beberapa waktu lalu, produksi kelapa sawit di Provinsi Banten mengalami penurunan. Tak main-main produksi kebun di wilayah itu sampai menyentuh angka 80%.

"Penurunan drastis terjadi di Banten. Sekarang paling produksi tinggal 20% saja," ujar Ketua Aspek-PIR Banten, M Nur kepada elaeis.co, Selasa (9/7).

Menurutnya, selain perawatan yang maksimal, turunnya produksi kebun kelapa sawit di wilayahnya itu lantaran dampak musim kemarau yang masih terjadi hingga saat ini. Kendati begitu prediksinya, bulan Agustus mendatang produksi akan mulai bergerak naik lantaran masuk musim penghujan.

Baca juga: Sudah Bertahun-tahun Petani Sawit di Banten Tunggu Regulasi Penetapan Harga

"Bulan depan sepertinya sudah siap lagi," tuturnya.

Kata M Nur, untuk harga komoditi andalan Indonesia itu masih cenderung tinggi beberapa waktu belakangan ini. Terutama harga kelapa sawit hasil kebun plasma.

"Untuk harga saat ini PTPN masih Rp2.250/kg," jelasnya.

Kendati begitu, sampai saat ini petani kelapa sawit di Provinsi Banten masih menunggu hadirnya Peraturan Gubernur (Pergub) untuk penetapan harga kelapa sawit. Dimana selama kurang lebih 8 tahun ini petani hanya mengikuti harga yang disodorkan oleh perusahaan.

Baca juga: Makin Kacau, Produksi Kebun Kelapa Sawit di Banten Terus Merosot

Menurut Nur, Pergub penetapan harga itu sangat penting bagi petani khususnya dalam menjamin kestabilan harga hasil kebun petani sawit di Banten. Bahkan dinilai juga akan meningkatkan harga kelapa sawit milik petani.

"Untuk itu kita mendesak PJ Gubernur Banten merealisasikan pergub penetapan harga TBS, sesuai yang sudah dijanjikan dinas pertanian Banten beberapa waktu lalu," tandasnya.


 

Komentar Via Facebook :