https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Produk Olahan Sawit Masih Jadi Andalan Penghasil Devisa

Produk Olahan Sawit Masih Jadi Andalan Penghasil Devisa

Tandan buah segar sawit diolah menjadi CPO. foto: Gapki


Jakarta, elaeis.co - Industri sawit masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengatakan, sepanjang tahun 2021 total produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai 54 juta ton dengan nilai industri sebesar Rp 750 triliun.

"Sumbangan devisa industri sawit mencapai US$ 35,79 miliar atau Rp 500 triliun. Sawit berkontribusi 3,2 persen kepada produk domestik regional bruto (PDRB)," jelasnya dalam pernyataan resmi baru-baru ini.

Menurutnya, hilirisasi produk menyebabkan ekspor bahan mentah terus berkurang. Saat ini rasio volume ekspor CPO dan minyak inti (PKO) dalam bentuk 
bahan baku hanya sekitar 5,72 persen. “Sisanya 94,28 persen diekspor dalam bentuk produk olahan,” tuturnya.

Pada tahun 2021 tercatat ada 168 jenis produk hilir sawit yang diproduksi di dalam negeri, meningkat tiga kali lipat dibandingkan 10 tahun sebelumnya.

Olahan CPO dan PKO sebagian besar menjadi produk minyak goreng, oleo food, oleo chemical, dan bahan bakar terbarukan. Sedangkan biomassa diolah menjadi bahan baku kertas. "Produk olahan CPO menjadi bantalan perekonomian nasional selama krisis ekonomi global," tukasnya.

Selama pandemi permintaan produk personal care and wash dalam bentuk sabun, deterjen, dan hand sanitizer, melonjak signifikan di dalam maupun luar negeri. "Ini meningkatkan penyerapan CPO. Termasuk juga Kementerian ESDM yang menjalankan program mandatory biodiesel dari B20 menjadi B30," sebutnya.

"Industri sawit menyerap tenaga kerja sebanyak 2,5 juta orang dan berdampak pada penghidupan bagi 21,4 juta orang lainnya," lanjutnya.

Ketika terjadi disrupsi pada penyaluran minyak goreng, katanya, Kementerian Perindustrian diberikan tugas menormalisasi kegiatan industri sawit. “Penugasan itu berlaku mulai dari pertengahan Maret sampai akhir tahun ini dengan didanai oleh BPDPKS,” tutupnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :