Berita / Pasar /
Prediksi Dorab Mistry, Harga CPO Bisa Sentuh MYR 5.000 per Ton
Ilustrasi - dok.elaeis
Jakarta, elaeis.co – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) terus menunjukkan penguatan di pasar global.
Pada perdagangan Rabu (8/10), kontrak CPO di Bursa Malaysia untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,7% ke level MYR 4.546 per ton atau tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir.
Kenaikan ini didorong oleh stagnasi produksi di dua negara produsen utama, Indonesia dan Malaysia, sementara permintaan global terus meningkat.
“Harga CPO tinggi karena produksi kedua negara stagnan, sedangkan permintaan terus tumbuh,” ujar Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, kemarin.
Dalam sepekan terakhir, harga CPO naik 3,55% secara point-to-point, dan sepanjang tahun 2025 sudah menguat 2,3%.
Menurut Eddy, tren kenaikan masih berpotensi berlanjut jika pemerintah Indonesia benar-benar menerapkan kebijakan biodiesel B50, yakni campuran 50% minyak nabati dalam bahan bakar solar.
“Kalau program B50 dijalankan dalam kondisi saat ini, ekspor akan berkurang dan otomatis harga minyak sawit dunia ikut naik,” jelasnya. Kebijakan B50 akan meningkatkan konsumsi domestik CPO, yang berarti pasokan untuk pasar ekspor akan menurun.
Kabar mengenai rencana penerapan B50 menjadi sentimen positif di pasar komoditas. Para pelaku memperkirakan kebijakan energi hijau itu bisa menjadi faktor penentu arah harga sawit global dalam beberapa bulan mendatang.
Trader senior sekaligus pengamat pasar CPO, Dorab Mistry, bahkan memprediksi harga CPO berpotensi menembus level MYR 5.000 per ton jika program B50 benar-benar dijalankan tahun depan.
“Jika Indonesia menjalankan B50, maka akan terjadi kelangkaan pasokan di pasar dunia dan harga akan melonjak,” ujar Mistry.
Indonesia, sebagai produsen dan eksportir CPO terbesar di dunia, memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga global. Implementasi kebijakan energi berbasis sawit tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi mengerek nilai ekspor komoditas strategis tersebut.







Komentar Via Facebook :