https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Petani Sawit Diingatkan Jaga Kebun Meski Harga TBS Turun

Petani Sawit Diingatkan Jaga Kebun Meski Harga TBS Turun

Polisi mengamankan buah sawit curian. foto: ist.


Bengkulu, elaeis.co - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Bengkulu saat ini masih rendah, hanya Rp 1.300 per kilogram di tingkat petani. Namun kondisi itu tak membuat maling sawit mengendorkan aksinya.

Para petani dan pemilik perkebunan di Bengkulu tetap harus waspada terhadap tindakan pencurian kelapa sawit. Para pelaku pencurian ternyata tidak memandang mahal atau murahnya harga sawit, tetapi tergoda kalau ada kesempatan. 

Ketua Apkasindo Bengkulu, Jakfar mengimbau petani kelapa sawit selalu waspada terhadap aksi pencurian TBS. Karena meskipun harga TBS kelapa sawit rendah, pencuri tetap mengincar buah sawit jika petani dan pemilik kebun lengah.

"Pencurian bisa terjadi kapan saja karena adanya peluang yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan," ujarnya, Senin (10/7).

Ia mengaku, aksi pencurian kelapa sawit akan terus menjadi ancaman serius bagi para petani dan pemilik perkebunan. Sebab buah kelapa sawit bisa cepat dijual untuk mendapatkan uang.

"Gampang lakunya. Jadi, kalau harga sawit masih di atas Rp 1.000 per kilogram, pasti diincar maling. Tapi kalau harganya cuma Rp 100 atau Rp 200 per kilogram, tak akan ada yang mencuri," tandasnya.

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Armed Wijaya mengaku telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan keamanan di tengah masyarakat agar tidak ada aksi pencurian yang merugikan.

"Pencurian kelapa sawit tidak bergantung pada harga sawit yang tinggi atau rendah. Para pelaku biasanya mencari celah dan kesempatan yang muncul. Makanya jangan beri mereka kesempatan, selalu jaga kebun dengan baik," pungkasnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :