https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Petani Sawit Bengkulu Darurat Pupuk Kimia

Petani Sawit Bengkulu Darurat Pupuk Kimia

Petani sawit di Bengkulu melangsir hasil panen. foto: ist.


Bengkulu, elaeis.co - Petani kelapa sawit di Provinsi Bengkulu masih mengalami kesulitan untuk membeli pupuk kimia karena saat ini harganya sudah di atas Rp 1 juta per karung. Kondisi ini membuat produktivitas kelapa sawit menurun.

Salah satu petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, Nurdin (46) mengatakan, penghapusan alokasi pupuk subsidi membuat banyak petani kelapa sawit tidak bisa memupuk kebun sawitnya. Akibatnya hasil panen sawit menurun signifikan dari 4 ton menjadi 2 ton per hektare.

"Kami sedih tidak bisa dapat pupuk subsidi lagi, pada tahun 2021 dan awal 2022 masih menerima. Jelas produksi TBS kelapa sawit menurun drastis tahun 2023 ini," kata Nurdin, Selasa (21/2).

Menurut Nurdin, petani sawit di Bengkulu saat ini dalam kondisi darurat pupuk. Tanpa adanya bantuan subsidi pupuk, maka mustahil produksi kelapa sawit di Bengkulu bisa meningkat.

"Bagaimana tidak darurat, mau beli mahal, mau pakai alternatif kualitasnya belum terjamin juga," tuturnya.

Merespon hal tersebut, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (Kabid PSP) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi, Helmi Yuliandri SP, mengaku tidak bisa berbuat banyak sebab kebijakan penyaluran pupuk subsidi ada di pemerintah pusat.

"Kami cukup prihatin atas hal tersebut, namun tidak bisa berbuat banyak karena ini kewenangan pusat," sebutnya.

Helmi mengaku, sebagai alternatif yang bisa dilakukan petani sawit saat ini adalah menggunakan pupuk organik yang bahan bakunya ada di lingkungan sekitar. Bahkan kualitas pupuk organik tidak kalah dengan kimia asalkan diproduksi dengan benar.  

"Pupuk organik bisa membuat tanaman sawit berbuah lebat jika tanaman sawit diberikan pupuk organik secara rutin," ujarnya.

Helmi menambahkan bahwa produksi pupuk organik secara sendiri sangat mudah dan bahan-bahannya mudah didapat. Ditambah lagi, bahan untuk membuat pupuk organik gratis.

"Petani sawit tidak perlu membeli bahan-bahan untuk membuat pupuk organik, mereka cukup mengumpulkan daun-daunan, sampah organik, dan lain-lain. Kemudian bahan-bahan tersebut dicampur serta difermentasi selama beberapa hari, dan siap digunakan sebagai pupuk," tutupnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :