https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Petani Sawit Banten Dituduh Rusak Fasilitas PTPN IV, APKASINDO Siap Pasang Badan

Petani Sawit Banten Dituduh Rusak Fasilitas PTPN IV, APKASINDO Siap Pasang Badan


Serang, elaeis.co – Sejumlah petani sawit di Banten menghadapi proses hukum setelah dituduh merusak fasilitas milik PTPN IV. Insiden itu terjadi saat audiensi membahas persoalan ketidaksesuaian timbangan Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang dikeluhkan petani.

Pertemuan berlangsung tegang setelah perwakilan perusahaan disebut menolak membuka data presentasi dari Jakarta. Dalam suasana panas itu, beberapa petani bertindak spontan dengan menggeser kursi dan membalik meja.

“Petani datang untuk mencari keadilan. Tidak ada unsur kesengajaan merusak, hanya reaksi kecewa karena aspirasi mereka tidak dihiraukan,” ujar H. Wawan, Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Banten, Senin (13/10).

Menurutnya, tuduhan perusakan yang diproses pidana tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. “Kursi yang rusak sudah kami ganti. Tapi sekarang petani justru dipanggil penyidik. Ini menyakitkan bagi petani kecil yang hanya ingin kejelasan soal timbangan,” ungkap Wawan.

Surat penyidikan kasus telah dikeluarkan pada 6 Oktober 2025, dan beberapa petani sudah dua kali dipanggil untuk diperiksa. APKASINDO turun langsung memberikan pendampingan hukum dan memastikan para petani siap menghadapi sidang pekan ini.

“Kuasa hukum kami sudah siap. Kami akan hadapi dengan kepala tegak. Harapan kami, majelis hakim bisa melihat bahwa ini bentuk kekecewaan, bukan tindakan kriminal,” katanya.

Hingga kini, pihak PTPN IV belum memberi keterangan resmi terkait kasus maupun dugaan ketidaksesuaian timbangan sawit.

Bagi APKASINDO, persoalan ini menyangkut harga diri dan keadilan bagi petani sawit. Wawan menegaskan bahwa petani ingin hubungan kemitraan yang jujur dan terbuka. 

“Petani sawit ingin dihargai. Mereka bekerja keras di kebun, dan berharap hasilnya ditimbang dengan benar,” ujarnya.

APKASINDO menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para petani dan memperjuangkan sistem kemitraan yang lebih transparan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :