Berita / Sumatera /
Persiapan Ekspor Ke Selandia Baru, Produksi Bungkil Terus Diawasi
Tim dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan melakukan verifikasi proses produksi bungkil sawit atau PKE. Foto: Karantina Pertanian Medan
Medan, elaeis.co - Tim dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan melakukan kunjungan ke pabrik kelapa sawit PT Hari Sawit Jaya di Negeri Lama, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Kunjungan ini merupakan peninjauan ulang dalam rangka verifikasi ulang dan dokumentasi alur proses produksi bungkil sawit atau palm kernel expeller (PKE).
Tujuan peninjauan ulang ini adalah pemenuhan persyaratan IHS-NZ pada fasilitas ekspor PKE tujuan Selandia Baru dengan mengacu pada pedoman sertifikasi fitosanitari pakan ternak berupa PKE. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan fasilitas ekspor dalam pemenuhan persyaratan yang dilakukan oleh PT Hari Sawit Jaya.
Selama kunjungan, Subkoordinator KT Karantina Pertanian Medan Ferry Simanjuntak, Mesrahati, dan Verdianty Bangun, didampingi oleh Gadang Widyawan sebagai Mill Manager, Egi Ginting Asisten KCP Biogas, dan Oscar sebagai Asisten Sustainability PT Hari Sawit Jaya.
Tim Karantina Medan meninjau ulang proses dari awal buah sawit tiba dari kebun sampai menjadi serbuk PKE. Ada beberapa kriteria yang dinilai, mulai dari asal bahan baku, fasilitas produksi, kelayakan proses produksi dan komoditas PKE, tempat penyimpanan PKE, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Untuk proses pengolahan sawit sendiri tidak memakan waktu lama karena otomasi dari mesin produksi.
"Mulanya, cangkang sawit dituangkan dari bunker kernel ke dalam bak truk. Lalu dibawa ke bagian pemerasan sehingga minyak sawit dan ampas bubuk PKE terbentuk" ungkap Ferry melalui keterangan resmi Karantina Pertanian Medan.
"Serbuk PKE yang terbentuk kemudian disimpan dalam gudang penyimpanan yang harus terjamin kebersihannya, ventilasi udara yang cukup, penerangan, tirai plastik, dan pengendali hama lain," jelasnya.







Komentar Via Facebook :