https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Perkara Nama Bikin Program SISKA KU INTIP Pemprov Kalsel Dikritik Keras DPR-RI

Perkara Nama Bikin Program SISKA KU INTIP Pemprov Kalsel Dikritik Keras DPR-RI

Kadisbunnak Kalsel, Suparmi, saat meninjau penerapan Program SISKA KU INTIP beberapa waktu yang lalu. (Foto: dok. Pemprov Kalsel)


Jakarta, elaeis.co - Tampaknya adagium yang berbunyi "apalah arti sebuah nama" tidak boleh lagi diterapkan secara sembarangan dalam berbagai bidang atau program, termasuk yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit.

Sebab, nama program yang telah dibuat tersebut bisa saja membuat sejumlah pihak tidak berkenan atau menganggapnya sebagai pelecehan atau tidak etis.

Hal itulah yang menjadi sorotan dari anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Mardani Ali Sera, yang mengkritik nama atau akronim nama dari sejumlah program pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Dikutip elaeis.co dari laman detik.com, Senin (8/7/2024), Mardani Ali Sera lalu menyebutkan sejumlah nama program dimaksud.

Baca juga: Terkait SISKA, Perusahaan Sawit di Provinsi Babel Diwajibkan Lakukan Ini. Jika Diabaikan, Siap-siap...

Termasuk di antaranya adalah program unggulan yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel).
 
Program yang dimaksud adalah Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Inti Plasma (SISKA KU INTIP) yang telah direncanakan sejak 2021 dan semakin berkembang pada tahun 2023.

Program yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel tersebut  dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu dan melibatkan perusahaan dan petani sawit.

Dari laman resmi Pemprov Kalsel disebutkan program SISKA KU INTIP tersebut bahkan berusaha diterapkan di kabupaten lainnya, termaauk di Kabupaten Tabalong.

Baca juga: Perjuangkan Kembali SISKA di Sumut, Aripay Tambunan: 'Sudah Ada Perdanya, Harus Didukung!'

Sebagai informasi, program SISKA KU INTIP sendiri bahkan didukung penuh oleh Gubernur Kalsel Shabrin Noor melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 053 Tahun 2021.

Tujuan dari program itu adalah untuk percepatan swasembada sapi potong melalui integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternaman sapi yang diharapkan tercapai pada tahun 2024.

Hal itu dilakukan Gibernur Shabrin Noor mengingat Provinsi Kalsel telah menjadi sebagai pintu gerbang bagi ibu kota negara baru, yaitu Nusantara.

“Dengan program ini bisa menghasilkan daging sapi dengan biaya rendah," kata Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, saat itu di laman resmi Pemprov Kalsel.

Baca juga: Melalui Program SISKA, Petani Sawit Bisa Dua Kali Bergelar Pahlawan Devisa

"Karena memanfaatkan rumput alam di perkebunan kelapa sawit serta pakan yang dihasilkan dari limbah industri kelapa sawit,” tegas Suparmi. 
 

Komentar Via Facebook :