https://www.elaeis.co

Berita / Bisnis /

Pekanbaru Tak Nyaman, Antrean Solar Makin Mengerikan

Pekanbaru Tak Nyaman, Antrean Solar Makin Mengerikan

Pekanbaru Tak Nyaman, Antrean Solar Makin Mengerikan. Ist


Pekanbaru, elaeis.co - Warga Pekanbaru mulai merasa dan nyaman dengan kondisi jalanan. Sebab, antrean solar subsidi di sejulah SPBU mengular hingga 2 kilometer. Tak ada petugas yang mengatur arus lalu lintas di setiap antrean.

Hingga Kamis, (24/3/2022) antrean kendaraan berbahan solar masih serakah memakan jalan di sejumlah SPBU di Pekanbaru. Hal ini terjadi sejak beberapa pekan lalu usai BPH Migas lewat Pertamina mengurangi pasokan solar bersubsidi.

"Kami heran, kok antrean solar sampai memakam jalan dan dibiarkan. Tak ada yang mengatur jalan. Macet minta ampun. Kalau orang mau melahirkan, udah brojol duluan di jalan," ketus Agus, salah satu pengendara di Pekanbaru.

Sinta, warga Pekanbaru lainnya juga merasakan hal yang sama. Dia dan warga lainnya merasa tak nyaman saat melintas di jalam yang ada SPBU-nya. 

"Sangat tidak nyaman. Pagi, siang sore malam ngantre terus orang-orang di SPBU, sampai ke jalan. SPBU yang untung, warga yang buntung," kata Sinta.

Melihat kondisi tersebut Pengamat Kebijakan Publik, Rawa El Amadi mengaku sangat prihatin. Karena ketersediaan bahan bakar minyak jenis solar masih sulit di dapatkan di wilayah Riau.

"Kemarin saya sempat melihat hampir 2 kilometer antrian kendaraan di jalan Riau ujung. Kan miris kita melihatnya," kata Rawa saat berbincang bersama elaeis.co. 

Rawa menilai seharusnya kuota solar di Riau ini harus ditambah. Jika tidak maka kelangkaan ini akan terus terjadi. 

Menurutnya, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kelangkaan solar itu terjadi. Misalnya ada kemungkinan bahan bakar itu justru dibawa ke wilayah perkebunan. Sebab kendaraan yang mengantri kebanyakan adalah kendaraan industri hasil perkebunan.

"Ini harus ada pengawasan. Kemudian dilakukan juga penertiban. Bahkan Jika ada oknum yang justru terlibat dalam dugaan penyelewengan itu maka perlu ada tindakan tegas dari pihak kepolisian. Cuma kan kita gak tau pengawasannya seperti apa," paparnya.

Ia juga menilai Gubernur Riau, Syamsuar seharusnya memiliki kekuatan untuk negosiasi ke pemerintah pusat dan juga Pertamina. Ia berharap Pemprov Riau lebih responsif melihat kondisi ini.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :