https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Pasokan Mulai Seret, PT PMS Naikkan Harga Supaya Dapat TBS

Pasokan Mulai Seret, PT PMS Naikkan Harga Supaya Dapat TBS

Truk sawit antre masuk ke PT PMS. foto: ist.


Bengkulu, elaeis.co - Usai lebaran kemarin pasokan tandan buah segar (TBS) ke pabrik kelapa sawit (PKS) di Bengkulu melimpah karena petani panen serentak. Akibatnya PKS menurunkan harga TBS.

Tapi situasi itu mulai terbalik. Saat ini pasokan TBS mulai seret dan PKS menaikkan harga pembelian TBS agar terus mendapatkan suplai dari petani.

Salah satu PKS yang menaikkan harga TBS adalah PT Palma Mas Sejati (PMS) yang berlokasi di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kemarin, PT PMS mengumumkan kenaikan harga pembelian TBS sawit sebesar Rp 25. "Semula Rp 1.755/kg, naik menjadi Rp 1.780/kg," kata staf PT PMS, Denny, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa penurunan pasokan TBS menjadi faktor utama penyebab PKS menaikkan harga pembelian. "Kenaikan ini karena penurunan pasokan TBS ke pabrik hingga 10 persen," ungkapnya.

"Kami merasa perlu menaikkan harga pembelian TBS untuk memberikan insentif bagi petani kelapa sawit di daerah ini. Penurunan pasokan TBS sebesar 10 persen telah mempengaruhi produktivitas pabrik kami, dan kami ingin memastikan kelangsungan pasokan kelapa sawit yang stabil untuk memenuhi permintaan pasar," tambahnya.

Menaikkan harga TBS memang menjadi salah satu cara perusahaan untuk mempertahankan kerjasama dengan para petani. "Jangan sampai petani malah menjual TBS ke pabrik lain," tukasnya.

Petani di Bengkulu Tengah, Budi Santoso, mengaku senang atas keputusan PT PMS. "Ini yang sangat dibutuhkan oleh petani kelapa sawit. Berkurangnya hasil panen menyebabkan penghasilan kami makin sedikit. Kalau harganya naik, jadi bertambah juga pendapatan kami," ujarnya.

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (apkasindo) Bengkulu, Jakfar, meminta jangan hanya PT PMS yang menaikkan harga TBS.

"PKS lain juga hendaknya begitu. Kalau bisa naiknya sampai Rp 1.000 supaya petani sawit makin sejahtera," tuturnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :