https://www.elaeis.co

Berita / Serba-Serbi /

Ngatain Orang Berotak Sungsang, Ngabalin Mau Dipolisikan

Ngatain Orang Berotak Sungsang, Ngabalin Mau Dipolisikan

Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas. (Foto Okezone)


Jakarta, Elaeis.co - Kritik mantan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas, terhadap Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK berbuntut panjang. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Ketua PP Muhammadiyah itu berotak sungsang. Warga persyarikatan itu bereaksi keras.

Kepala Bidang Litigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP Muhammadiyah, Gufroni, mengaku sudah siap melaporkan Ngabalin ke polisi. Dia langsung akan bergerak jika sudah mendapat perintah dari Busyro. Sejauh ini, Busyro seperti tidak terlalu memerdulikan ocehan Ngabalin.

Itu sebabnya LBH PP Muhammadiyah belum melakukan langkah hukum. "Jadi intinya sepanjang belum ada perintah dari Pak Busyro, kita dari LBH PP Muhammadiyah belum bisa melakukan langkah hukum. Saya sudah minta arahan ke beliau, apakah orang ini perlu disomasi atau tidak. Namun nampaknya Pak BM (Busyro Muqoddas) tidak terlalu meresponnya karena mungkin dianggap tidak penting dan unfaedah," kata Gufroni seperti dikutip iNews.id, kemarin.

TWK di lembaga antirasuah itu digelar untuk keperluan alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebanyak 75 orang dinonaktifkan karena tak lulus tes ini, salah satunya penyidik senior Novel Baswedan.

LBH PP Muhammadiyah, kata Gufroni, akan tetap fokus dalam upaya advokasi terhadap 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan. Persyarikatan akan konsultasi dengan Ombudsman ataupun melakukan gugatan hukum terhadap SK penonaktifan 75 pegawai KPK tersebut.

"Kita akan tetap fokus dalam upaya advokasi terhadap 75 pegawai KPK. Dalam waktu dekat ini, LBH PP bersama koalisi masyarakat sipil akan mendatangi kantor ORI untuk konsultasi dan mempertimbangkan langkah hukum lainnya, termasuk ke PTUN," katanya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :