Berita / Nasional /
Net Zero 2060, Pertamina Tunjukkan Jalan Lewat SAF dan Biodiesel B40
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono.
Jakarta, elaeis.co – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi berkelanjutan, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Langkah ini diwujudkan melalui pengembangan bahan bakar ramah lingkungan, mulai dari biodiesel B20, B30, B40, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa perjalanan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan bukan sekadar inovasi ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya ekologis yang mendalam.
Program ini menekankan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) sebagai inti strategi perusahaan.
“Ini bukan hanya tentang pencapaian ekonomi yang menciptakan penghematan devisa signifikan, tetapi juga perjalanan ekologi yang menempatkan ESG sebagai fokus utama,” ujar Agung dalam ajang Indonesia International Sustainable Forum (IISF) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.
Sejak penerapan B20 hingga kini B40, Pertamina telah memberikan kontribusi besar terhadap kemandirian energi nasional.
Pemanfaatan biodiesel berbasis sawit membantu Indonesia memenuhi kebutuhan energi domestik dengan sumber yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Lebih inovatif lagi, SAF berbasis minyak jelantah telah diterapkan untuk penerbangan. Bahan bakar ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 84 persen dan sekaligus mendukung ekonomi sirkular.
Masyarakat dapat menukar minyak jelantah menjadi rupiah, yang kemudian diolah Pertamina menjadi bahan bakar berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal mengurangi emisi, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular yang langsung dirasakan masyarakat,” jelas Agung.
Transformasi energi ini juga membuka peluang lapangan kerja di sektor energi hijau, memperkuat ketahanan energi nasional, dan memperlihatkan kemampuan Indonesia menjadi pelopor energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
Pertamina menekankan bahwa pengembangan SAF dan biodiesel B40 menjadi contoh konkret bagaimana perusahaan BUMN bisa memimpin inovasi hijau sambil tetap menjaga keberlanjutan ekonomi.
Dengan strategi ini, Pertamina menunjukkan bahwa target NZE 2060 bukan sekadar angka ambisius di atas kertas, tetapi langkah nyata melalui inovasi bahan bakar, sinergi ekonomi sirkular, dan implementasi ESG.
Program SAF dan B40 menjadi bukti bahwa transformasi energi berkelanjutan bisa dicapai secara praktis, sambil memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Pertamina, melalui langkah ini, menegaskan peran strategisnya sebagai motor transisi energi nasional, sekaligus memberi contoh bagi industri lain dalam mewujudkan energi bersih dan ramah lingkungan di Indonesia.







Komentar Via Facebook :