https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nusantara /

Musim Penghujan Bikin Petani Sawit Menjerit

Musim Penghujan Bikin Petani Sawit Menjerit

Ilustrasi-tandan buah segar kelapa sawit. (Dok. Elaeis)


Jakarta, elaeis.co - Sejak beberapa waktu lalu hujan terus mengguyur sejumlah wilayah di Nusantara. Tidak terkecuali di wilayah sentra perkebunan kelapa sawit.

Tidak sedikit pula petani menjadi korban saat memasuki musim penghujan seperti saat ini. Kebun mereka terutama yang berada di wilayah gambut dan rawa-rawa terendam air.

Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono mengatakan kebanyakan kebun yang terendam adalah kebun milik petani swadaya. "Memang tiap tahun terutama saat memasuki musim hujan, kebun yang berada di lahan gambut dan rawa banjir. Akibatnya ya proses panen akan terganggu," kata Setiyono kepada elaeis.co, Kamis (17/11).

Kendati begitu, dari pengalaman Setiyono tahun ini banjir lebih parah ketimbang tahun lalu. Seperti di wilayah Dayun, Kabupaten Siak. Daerah provinsi Sumatera Utara juga mengalami hal serupa.

"Ini mengganggu aktifitas pemanenan. Pengangkatan hasil panen biasanya petani menggunakan sampan atau drum plastik yang dibelah menjadi dua," paparnya.

Wawan, salah satu petani kebun kelapa sawitnya kebanjiran mengatakan tidak ada solusi yang dinilai tepat untuk mengatasi banjir di lahan kelapa sawit miliknya. Sebab hampir satu hamparan mengalami hal yang serupa.

"Kalau kita lakukan penimbunan, atau memperdalam parit, kebun sawit yang berada di bagian hilir akan semakin parah. Jadi sebar salah memang," ujar Wawan kepada elaeis.co.

Ceritanya jika dari sisi harga memang tidak ada perubahan. Hanya petani harus mengeluarkan dana ekstra untuk pengangkutan TBS menuju PKS.

Komentar Via Facebook :