Kaltim, elaeis.co - Mengibaratkan dengan hujan, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Aliyadi, mengatakan pergerakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di daerahnya terus bergerak turun.
"Saya mengamati, terhitung sejak 11 April lalu harga TBS sawit terus bergerak turun," ujar Aliyadi kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Rabu (3/5).
Diakui Aliyadi, pergerakan turunnya fluktuatif, antara Rp30 sampai Rp120/kg. "Tapi sajak 11 April lalu itu tidak pernah naik-naik lagi, dan hampir tiap hari terjadi penurunan," tandasnya.
"Yang paling terpukul adalah harga sawit swadaya," tambahnya. Dalam pantauannya, sawit swadaya hanya dihargai Rp1.800/kg di tingkat pabrik. "Bahkan ada yang sampai Rp1.500/kg," terangnya.
Tapi sawit bermitra, menurut Aliyadi, masih mending. "Pantauan saya masih di atas Rp2.000/kg."
Aliyadi mengaku tidak bisa menduga-duga faktor yang menjadi penyebab turunnya harga TBS sawit itu. Satu hal yang bisa ia pastikan adalah, petani terpaksa menerima saja realitas yang ada.
Apalagi, sambung Aliyadi, kasus ini seperti kejadian yang terus berulang. Dikatakan, setiap menjelang dan beberapa hari setelah Lebaran harga TBS sawit terus anjlok.
"Petani sepertinya sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti itu," tambahnya lagi.
Dikatakan, kalau petani sudah tak bisa lagi menjadikan kebun kelapa sawit sebagai satu-satunya sumber ekonomi keluarga, "Solusi yang biasa ditempuh adalah dengan bekerja serabutan," katanya.
Mengibaratkan dengan Hujan, Ketua Apkasindo Paser Sebut Sejak 11 April Harga Sawit Turun Terus
Diskusi pembaca untuk berita ini