Berita / Serba-Serbi /
Marak Ninja Sawit, Petani Kudu Jeli Sumber Masalah
Tandan buah segar kelapa sawit.(Dok)
Pekanbaru, elaeis.co - Pencurian TBS kelapa sawit atau lebih dikenal dengan ninja sawit di kalangan petani, sampai saat ini masih marak terjadi. Petani dituntut jeli untuk menuntaskan permasalahan tersebut.
Salah satu aksi yang masih marak terjadi yakni di Desa Sipungguk, Kabupaten Kampar. Akibat tingginya ninja sawit tersebut petani resah dan mengaku merugi.
Karena tak mau terus-terusan merugi, warga saat ini membentuk kelompok tani swadaya bernama Kerja Bersama. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan kebun petani yang sebulan ini terjadi.
Selain langkah penjagaan, warga sejatinya juga telah melaporkan tindak pidana pencurian tersebut ke pihak kepolisian.
Ketua Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) Riau, Rudi Khairul mengatakan, pencurian hasil kebun sawit memang susah untuk dihindari. Ini dilatar belakangi berbagai faktor. Misalnya tingginya harga sawit.
"Untuk pengamanan jangka pendek mungkin bisa dilakukan dengan menjaga kebun masing- masing petani. Namun untuk jangka panjang petani harus melihat sumber masalahnya," tuturnya kepada elaeis.co, Selasa (14/10).
Dari kacamatanya, kebanyakan tindak pidana pencurian biasanya disebabkan lantaran maraknya peredaran narkoba. Malah tidak dipungkiri peredarannya sudah masuk kesemua lini bahkan di pedesaan.
"Jika benar ini penyebabnya, maka perlu ada langkah pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Misalnya lewat bidang ketahanan keamanan dan anti narkoba," bebernya.
"Kita memang dituntut agar lebih jeli melihat kondisi yang terjadi. Nah langkah ini akan semakin mudah jika memang sudah ada kelompok tani atau lembaga yang sah," imbuhnya.







Komentar Via Facebook :