Berita / Sumatera /
Laris Manis, Pupuk Organik Diburu Pekebun dari Provinsi Tetangga
Imam, pengelola pabrik pupuk organik STU ketika ditemui di rumahnya Desa Bukit Meranti, Seberida. Foto: elaeis.co/Hamdan
Rengat, elaeis.co – Pekebun kelapa sawit maupun petani holtikultura mulai beralih menggunakan pupuk organik. Itu karena pupuk kimia mulai langka dan harganya melonjak.
Imam, pemilik usaha pupuk organik merek Sarana Tani Utama (STU) di Desa Bukit Meranti, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (inhu), Riau, menuturkan, minat petani menggunakan pupuk organik mulai naik sejak dua tahun terakhir. Pupuk STU sendiri diracik dengan bahan baku utama limbah kelapa sawit dipadu dengan bahan lainnya.
"Biasanya pembuatan pupuk STU dalam sebulan hanya di kisaran 400 ton, kini bisa mencapai 700 ton/bulan untuk memenuhi permintaan petani lokal maupun luar daerah," terangnya kepada elaeis.co, Sabtu (20/8).
Menurutnya, kebanyakan peminat pupuk STU berasal dari provinsi tetangga seperti Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, bahkan sampai petani dari Sumatera Selatan.
“Pasalnya cocok untuk semua tanaman sehingga petani suka menggunakan pupuk organik ini,” tukasnya.
“Tahun ini kebanyakan yang membeli pupuk STU adalah pekebun kelapa sawit. Khusus yang dari Padang, Sumatera Barat, mereka petani padi sawah,” tambahnya.
Meskipun kondisi bisnis yang dijalankan mengalami kenaikan, Imam mengaku tetap memasarkan produknya dengan harga lama. “Saya tidak mengambil kesempatan dengan cara menaikkan harga jual pupuk,” ujarnya.
Dia menjual harga STU Rp 130.000/karung. “Sebelum pandemi Covid-19 harganya Rp 110.000/karung. Karena harga bahan baku yang dibutuhkan seperti kotoran ayam naik, harga pupuk mau tak mau juga mengalami kenaikan,” jelasnya.
Menurutnya, naiknya minat petani menggunakan pupuk organik tak lepas dari kondisi harga pupuk kimia yang saat ini melambung dan mulai langka.
"Coba bayangkan, harganya hampir Rp 1 juta per zak, petani kecil mau makan apa? Duit sebanyak itu dibelikan pupuk organik, bisa dapat kurang lebih 8 karung," katanya.







Komentar Via Facebook :