Bengkulu, elaeis.co - Petani sawit disarankan menggunakan pupuk organik untuk menyiasati mahalnya harga pupuk kimia non subsidi. Selain lebih murah, bahan untuk membuat pupuk organik pun melimpah.
Salah satu yang bisa dibuat menjadi pupuk organik adalah kulit durian.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ir Ricky Gunarwan mengatakan, selama ini kulit durian tidak dimanfaatkan dan menjadi sampah yang mengotori lingkungan. Padahal kulit durian bisa diolah menjadi pupuk organik.
"Di Bengkulu kulit durian dibuang, padahal di daerah lain sudah banyak yang mengubahnya menjadi pupuk organik," kata Ricky, kemarin.
Ia mengaku, ide untuk mengubah kulit durian menjadi pupuk organik muncul karena saat ini banyak kulit durian berceceran di tempat penjual durian di pinggir jalan. Jika diolah dengan baik, kulit durian bisa dimanfaatkan untuk pupuk cair.
"Durian multi manfaat bagi kehidupan. Buahnya untuk dikonsumsi, bijinya yang bagus bisa untuk ditanam kembali, dan kulitnya bisa diolah jadi pupuk untuk menghasilkan rupiah," ujarnya.
Dia khawatir, jika kulit durian dibiarkan menjadi sampah, lama-lama bisa berdampak pada kesehatan masyarakat. "Makanya kita minta petani mengolah kulit durian untuk dijadikan pupuk, karena itu punya nilai ekonomi," tuturnya.
Ia mengatakan, saat ini petani banyak yang kesulitan membeli pupuk non subsidi karena harganya ada yangg sudah di atas Rp 1 juta per karung. Dengan mengolah kulit durian dan mengubahnya menjadi pupuk organik, petani tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pupuk sendiri, tapi juga bisa menjualnya dengan harga murah.
"Banyak petani yang mencari pupuk organik karena yang kimia mahal. Kalau kita bisa bikin pupuk organik, pembelinya banyak sebenarnya," tutupnya.
Kurangi Sampah, Petani Disarankan Olah Kulit Durian Jadi Pupuk Organik
Diskusi pembaca untuk berita ini