https://www.elaeis.co

Berita / Kalimantan /

Kurang Edukasi, Petani Sawit di Nunukan Ditipu Penjual Pupuk 

Kurang Edukasi, Petani Sawit di Nunukan Ditipu Penjual Pupuk 

Petani memupuk sawit. foto: Reza


Nunukan, elaeis.co – Sejumlah petani sawit di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi korban penipuan jual beli pupuk.

Pupuk yang mereka beli dengan harga Rp 350 ribu per sak diklaim sebagai pupuk buah atau NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium). Namun, setelah diuji, ternyata kandungannya Magnesium Oksida (MgO) dan Kalsium Oksida (CaO), yang termasuk pupuk makro sekunder.

Ketua Bidang BUMD dan BUMDes BPC HIPMI Nunukan, Sahrullah, mengecam keras praktik ini yang dianggap sebagai bentuk penipuan terhadap petani sawit. Ia menilai bahwa minimnya pengetahuan petani soal pupuk dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan besar.

"Ini merugikan petani. Pupuknya dibentuk menyerupai NPK, tapi hanya mengandung MgO dan CaO. Pupuk makro sekunder ini harganya tidak setinggi itu," tegasnya, kemarin.

Menurutnya, penggunaan pupuk ini tanpa jeda waktu dengan pupuk makro primer seperti urea, MOP, atau TSP, bisa memicu reaksi kimia berbahaya bagi tanaman. Beberapa kasus menunjukkan bahwa tanaman sawit bisa mengalami keracunan akibat sifat antagonis unsur-unsur dalam pupuk yang digunakan secara bersamaan.

Fenomena ini bukan sekadar masalah ekonomi, tetapi juga persoalan edukasi yang masih rendah di kalangan petani. Banyak petani sawit belum memahami perbedaan antara pupuk makro primer dan sekunder, sehingga lebih mudah terjebak oleh strategi pemasaran yang menyesatkan.

Dia lantasf meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nunukan segera bertindak dan memperketat pengawasan terhadap peredaran pupuk serta memberikan sosialisasi secara masif kepada petani.

"Kami mendesak OPD terkait untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Pengawasan harus diperketat agar petani tidak terus dirugikan. Selain itu, edukasi tentang pemilihan pupuk yang tepat sangat diperlukan," ujarnya.

Sahrullah juga menegaskan bahwa kesadaran dan edukasi adalah kunci agar petani tidak menjadi korban penipuan di masa depan.

"Saya mengajak semua pihak yang peduli terhadap masalah pupuk untuk terus mengedukasi petani dan menyebarkan informasi yang benar. Jangan sampai ada lagi yang tertipu akibat kurangnya pengetahuan," pungkasnya.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :