https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Kernel Diekspor Lewat Daerah Lain, Bengkulu Cuma Jadi Penonton

Kernel Diekspor Lewat Daerah Lain, Bengkulu Cuma Jadi Penonton

Kernel atau inti sawit. foto: Barantan


Bengkulu, elaeis.co - Meski potensinya hampir 1 juta ton per tahun, namun kernel belum berkontribusi bagi Provinsi Bengkulu. Sejauh ini Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bengkulu tidak mencatat adanya ekspor kernel sawit dari provinsi tersebut.

"Ekspor kernel kelapa sawit dari Bengkulu banyak dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat dan Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung," ungkap perwakilan KPPBC TMP C Bengkulu, Agus Praminto, Sabtu (5/8).

Dia sangat menyayangkan kegiatan ekspor kernel kelapa sawit dilakukan di luar Provinsi Bengkulu. Padahal kernel bisa langsung diekspor dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. "Itu yang kita heran. Kenapa kernel masih diekspor melalui provinsi tetangga?" katanya.

Menurutnya, jika kernel diekspor langsung dari Bengkulu, maka dampaknya akan dirasakan oleh daerah ini. "Karena kegiatan ekspor akan meningkatkan neraca perdagangan di daerah ini," tuturnya.

Lebih lagi saat ini harga kernel di pasar internasional mencapai Rp 6.747,75 per kilogram. Sehingga jika dilakukan ekspor melalui Bengkulu, maka pungutan ekspornya juga akan masuk ke daerah ini dan tidak ke daerah lain.

"Makanya saat ini kita terus lakukan koordinasi dengan banyak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Bengkulu agar bisa melakukan ekspor langsung dari Bengkulu," tukasnya.

Selain kernel, Agus berharap, produk turunan kelapa sawit lainnya selain CPO juga bisa diekspor langsung dari Bengkulu. "Sebenarnya banyak produk turunan kelapa sawit yang bisa diekspor langsung dari Bengkulu, tapi selama ini dikirim ke daerah lain dulu," tutupnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :