https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Kejar Target Penurunan Stunting, BUMD, PKS, dan Kepala OPD Jadi BAAS

Kejar Target Penurunan Stunting, BUMD, PKS, dan Kepala OPD Jadi BAAS

Wabup Merangin, Nilwan Yahya, membuka rapat review kinerja aksi integrasi stunting 2022. foto: Diskominfo Merangin


Bangko, elaeis.co – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di Kabupaten Merangin, Jambi, diminta menjadi bapak asuh bagi anak-anak penderita stunting.

Wabup Merangin, Nilwan Yahya, mengatakan, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Merangin akan memaksimalkan seluruh potensi yang ada dalam penanganan permasalahan nasional tersebut. 

‘’Ini merupakan salah satu langkah strategis kita untuk mempercepat penurunan angka stuting di Kabupaten Merangin. Di wilayah kita ada delapan PKS dan sejumlah BUMD," jelasnya melalui keterangan resmi Diskominfo Merangin.

"Diharapkan para direktur PKS dan BUMD bersedia melaksanakan program ini. PKS dan BUMD mempunyai dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional," tambahnya.

Selain sektor swasta, sebanyak 17 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga diminta menjadi bapak asuh stunting. "17 kepala OPD harus dilibatkan, berbagai persoalan stunting akan kita tuntaskan. Termasuk soal air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, asupan gizi dan lainnya,’’ terangnya.

Dia melanjutkan, sejauh ini TPPS Kabupaten Merangin sudah menjalankan delapan aksi untuk menurunkan angka stunting. "Delapan aksi konvergensi stunting sudah diinput melalui data ke pemerintah pusat itu, akan kita review guna pemantapan akhir tahun yaitu aksi ke-9," sebutnya.

"Nanti informasi hasil review kinerja TPPS ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan untuk proses penyusunan rencana kegiatan tahun berikutnya," tambahnya.

Dikatakannya, indikator penurunan angka stunting bersumber dari elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) dan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI).

‘’Jika merujuk pada e-PPBGM, per-Agustus 2022 terdapat 451 kasus stunting di Merangin, turun dibandingkan per-Agustus 2021 sebanyak 573. Namun SSGI memberikan data stunting yang berbeda. Prevalensi stunting Kabupaten Merangin pada 2019 sebesar 15,38 persen, terjadi peningkatan pada 2021 menjadi  19,7 persen," ungkapnya.
 
Menurutnya secara nasional, indikator yang diakui adalah berdasarkan SSGI. Itu sebabnya perlu menjadi perhatian dan fokus bersama, karena target penurunan stunting yang ditetapkan untuk Kabupaten Merangin pada 2024 sebesar sembilan persen.

‘’Angka sembilan persen ini mustahil dapat dicapai jika tidak didukung oleh komitmen seluruh pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan. Perlu langkah-langkah strategis untuk percepatan penurunan stunting," tegasnya.

Salah satu konsep strategis yang dimaksud wabup itu adalah program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). 

"BAAS adalah platform keterlibatan pemangku kepentingan secara terstruktur dan terukur dalam mempercepat penurunan stunting yang menyasar langsung kepada kelompok sasaran. Kita akan melibatkan pihak swasta sebagai BAAS, 17 orang kepala OPD juga sepakat akan menuntaskan persoalan stunting di Merangin dengan perannya masing-masing" jelasnya.

 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :