Berita / Kalimantan /
Kakao Digadang-gadang Kejar Sawit Jadi Komoditas Unggulan
Bupati Berau Sri Juanirsih Mas memberikan bantuan stimulan kepada para petani kakao. foto: Disbun Berau
Tanjung Redeb, elaeis.co – Bidang perkebunan memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dari 11,6 persen kontribusi sektor pertanian terhadap angka pertumbuhan ekonomi Berau, 6,1 persen diantaranya adalah kontribusi perkebunan.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini mengatakan, kelapa sawit masih menjadi pendongkrak utama di bidang perkebunan. Komoditas lain yang juga berkontribusi adalah kakao, lada, karet, pala, dan kopi.
"Berau memiliki luasan kebun sawit mencapai 150.000 hektare. Ada 13 pabrik pengolahan sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) di beberapa kecamatan," katanya beberapa hari lalu.
Agar kontribusi sektor perkebunan makin signifikan, menurutnya, Pemkab Berau punya keinginan agar kakao berjaya layaknya kelapa sawit. Selain sudah ada hilirisasi, permintaan pasar lokal dan luar negeri juga cukup banyak. “Permintaan pasar kakao saat ini sangat tinggi,” katanya.
Menurutnya, saat ini sudah ada dua perusahaan besar yang mau menampung hasil panen petani kakao di Berau. Mereka bersedia membeli baik kondisi biji kakao masih basah maupun sudah kering.
Di Berau sendiri sudah ada beberapa rumah produksi olahan coklat dengan produk seperti cokelat bar, dodol cokelat, dan keripik pisang.
“Makanya kami terus meyakinkan petani kakao agar mempertahankan kebunnya. Tidak hanya sawit, kakao juga sangat menguntungkan,” tukasnya.
Dia meminta petani yang sudah menanam kakao agar konsisten, jangan menebang dan diganti dengan sawit. Apalagi kakao bisa ditanam di pekarangan rumah seperti yang dilakukan masyarakat di Rantau Panjang. "Dari 200 pohon, dalam seminggu bisa menghasilkan 100 kg biji kakao. Harga sekarang Rp 12.000/kg," sebutnya.
Untuk mendukung usaha petani, Disbun Berau telah memberikan bantuan stimulan berupa pupuk NPK sebanyak 4.000 kg kepada Kelompok Tani Mekar Jaya 1 Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, bantuan pupuk NPK sebanyak 1.600 Kg dan lantai jemur 6 unit kepada Kelompok Tani Mekar Jaya 2 Kampung Suaran, serta bantuan bibit kakao sebanyak 3.000 batang kepada Kelompok Tani Mandiri Kampung Sukan, Kecamatan Gunung Tabur.
"Sebenarnya lebih dari dua kecamatan yang mengajukan proposal, namun kami baru dapat merealisasikan beberapa diantaranya. Belum semua bisa diberikan bantuan stimulan, anggarannya terbatas. Jadi diutamakan kelompok yang belum pernah mendapat bantuan," jelasnya.
"Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi pemicu semangat para petani dalam mengembangkan tanaman kakao," imbuhnya.







Komentar Via Facebook :