https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nusantara /

Jangan Pasif, Petani Dapat Hibah BPDPKS Hanya Jika Mengajukan Kebunnya

Jangan Pasif, Petani Dapat Hibah BPDPKS Hanya Jika Mengajukan Kebunnya

Tanaman tua milik peserta PSR ditumbangkan dan akan diganti dengan bibit unggul. foto: MC Bengkulu Selatan


Bengkulu, elaeis.co - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Bengkulu siap membantu para petani untuk mendapatkan dana hibah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Ketua DPW Apkasindo Bengkulu, A Jakfar mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan khusus bagi petani yang mengusulkan program Peremajaan Sawit Sakyat (PSR).

"Pada tahun ini BPDPKS mengalokasikan sebanyak 180 ribu hektar kebun sawit untuk program PSR. Artinya, jika 1 hektare mendapatkan hibah sebesar Rp 30 juta, maka ada Rp 5,4 triliun dana yang siap dibagi-bagikan BPDPKS untuk peremajaan kebun sawit petani" kata Jakfar, kemarin (24/1).

Ia menjelaskan, selain PSR, pihaknya juga akan mengajak petani untuk memanfaatkan program sarana dan prasarana (sarpas) serta pengembangan SDM (sumber daya manusia).

"Kita ingin makin banyak petani sawit di Bengkulu yang menikmati hibah tersebut. Kita melihat realisasi PSR, Sapras dan SDM di Bengkulu masih rendah," ujarnya.

Ia menambahkan, Apkasindo lahir dan dibentuk sebagai wadah perjuangan petani swadaya maupun plasma. Legalitasnya dikukuhkan oleh Kementerian Pertanian dan berbadan hukum melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh sebab itu, Apkasindo akan terus berjuang untuk kepentingan petani sawit di daerah agar sektor perkebunan sawit bisa berperan strategis dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

"Sektor perkebunan berperan strategis dalam pemecahan agenda besar pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Diantaranya membuka kesempatan kerja, penanggulangan kemiskinan, pembangunan daerah, peningkatan ekspor dan daya dorong tumbuhnya ekonomi lokal pada sektor terkait," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan mengatakan, program PSR tidak akan bisa berjalan maksimal tanpa adanya inisiatif dari petani kelapa sawit. Sebab pemerintah pusat hanya menyalurkan dana PSR kepada petani sawit yang mengajukan.

"Dana PSR itu hanya cair kalau petani kelapa sawit mengajukan kebunnya untuk direplanting. Sementara kebun yang tidak diajukan, tidak akan mendapatkan hibah apapun," tandasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap, petani kelapa sawit di Bengkulu yang kebunnya sudah memasuki usia tidak produktif segera mengajukan diri untuk ikut PSR. "PSR ini gratis, dapat bantuan Rp 30 juta per hektare untuk lahan PSR maksimal hingga 4 hektare. Bantuan ini sifatnya hibah, tidak perlu dikembalikan," pungkasnya.
 

Komentar Via Facebook :