https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Indeks K Kemitraan Plasma di Riau Naik, Swadaya Sebaliknya

Indeks K Kemitraan Plasma di Riau Naik, Swadaya Sebaliknya

TBS siap diolah menjadi CPO di pabrik. foto: dok. PTPN 5


Pekanbaru, elaeis.co - Dinas Perkebunan (disbun) Provinsi Riau menggelar rapat bersama tim penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, Selasa (21/5) sore. Salah satu agendanya adalah penetapan besaran Indeks K.

Indeks k terbaru ini akan digunakan hingga empat periode penetapan harga TBS Riau atau berlaku satu bulan ke depan. 

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Riau, Defris Hatmaja menyebutkan, ada perubahan Indeks K untuk bulan ini. "Tapi perubahannya tidak besar," ujarnya.

Indeks K untuk penetapan harga TBS sawit kemitraan plasma bulan ini ditetapkan sebesar 91,49 persen. "Naik 0,09 persen dibanding bulan sebelumnya, yakni 91,40 persen," kata Defris. 

Indeks K untuk penetapan harga TBS sawit kemitraan swadaya ditetapkan sebesar 92,31 persen. 

"Indeks K untuk kemitraan swadaya mengalami penurunan sebesar 0,13 persen. Indeks K bulan lalu sebesar 92,44 persen" imbuhnya.

Katimin, perwakilan asosiasi petani sawit yang masuk dalam tim penetapan harga TBS menjelaskan, perubahan angka Indeks K dipengaruhi oleh produksi TBS dan harga CPO.

"Penyebab turunnya Indeks K untuk swadaya, karena produksi turun. Sehingga pengalinya menjadi kecil dan cost atau biaya produksi di perusahaan bertambah," jelasnya. 

"Untuk plasma, sebenarnya harga CPO dari perusahaan rata-rata turun, tapi tertolong dengan harga penjualan CPO dari Asian Agri. Sehingga Indeks K terangkat, mengalami kenaikan walaupun sedikit," tambahnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :