Berita / Sumatera /
Harimau Sumatera Berkeliaran di Sekitar Desa, Petani Sawit Takut Beraktivitas
Tim BKSDA Bengkulu memasang perangkap harimau di kawasan kebun sawit. Foto: dok. BKSDA Bengkulu-Lampung
Bengkulu, elaeis.co - Masyarakat Desa Gajah Makmur dan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Lubuk Talang, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini merasa cemas karena harimau Sumatera berkeliarannya di sekitar perkampungan. Bahkan dalam beberapa hari terakhir sejumlah warga mengaku melihat dua ekor harimau berputar-putar di dekat kawasan pemukiman.
Kades Gajah Makmur, Gutomo mengatakan, kemunculan harimau di wilayah itu sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Tapi tetap saja warga was-was karena satwa tersebut tergolong buas.
Dia mengungkapkan, sejak tahun 2021 tercatat 39 kali kedatangan harimau terpantau di desa itu. Tidak sekedar melintas, ternyata harimau datang untuk mencari makan. Buktinya, ternak milik warga, masing-masing 12 ekor sapi dan 1 ekor kambing, habis dimakan harimau.
Biasanya, setelah mendapatkan mangsa, harimau menghilang sesaat. "Sudah dua tahun terakhir seperti itu, harimau datang lalu pergi lagi. Nah, dua hari ini ada lagi terlihat jejak harimau di sekitar pemukiman. Warga pun cemas jadinya," kata Gutomo, Jumat (28/7).
Menurutnya, saat terakhir kali datang ke kawasan itu pada 3 Mei 2023, harimau berhasil menyantap satu ekor sapi di kebun sawit milik warga desa. "Menurut laporan masyarakat, harimau terus mengintai ternak milik warga yang digembalakan di kebun sawit," ungkapnya.
Merebaknya kabar kemunculan kembali harimau membuat para petani sawit di desa itu takut pergi ke kebun. "Kami takut kalau harimau tak menemukan lagi ternak karena sudah dipindahkan pemiliknya, gantinya kami yang akan dimangsa harimau," kata Gutomo.
Untuk mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar, Pemerintah Desa Gajah Makmur dan UPT Lubuk Talang telah membentuk Tim Satgas Mitigasi Konflik. Namun Gutomo meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu segera menurunkan tim ke lokasi. "Kami khawatir, jangan sampai jatuh lagi korban ternak atau bahkan nyawa manusia," ucapnya.
Dia menduga harimau itu berasal dari Hutan Produksi (HP) Air Rami yang berbatasan langsung dengan Desa Gajah Makmur dan UPT Lubuk Talang. "Kondisi hutannya saat ini sangat mengkhawatirkan. Pembukaan lahan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit sangat massif, mungkin ini penyebab satwa liar seperti harimau keluar dari habitatnya," sebutnya.
"Melihat kondisi saat ini, kami dari pemerintah desa meminta Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu dan BKSDA Bengkulu untuk melakukan penindakan agar kerusakan hutan tidak semakin parah dan satwa liar tidak keluar dari habitatnya,” tambahnya.







Komentar Via Facebook :