https://www.elaeis.co

Berita / Pasar /

Harga CPO Tersandung Dua Hari Beruntun, Akankah Anjlok Lagi?

Harga CPO Tersandung Dua Hari Beruntun, Akankah Anjlok Lagi?

Ilustrasi - Antara


Jakarta, elaeis.co - Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) kembali turun awal pekan ini. Tren pelemahan sudah berlangsung dua hari berturut-turut, meski penurunan harga masih dalam batas wajar.

Pada perdagangan Senin (6/10), kontrak CPO pengiriman Desember di Bursa Malaysia ditutup di level MYR 4.436 per ton, turun tipis 0,14% dibandingkan hari sebelumnya. Jika dihitung dua hari terakhir, harga CPO sudah terkoreksi sekitar 0,31%.

Menurut Anilkumar Bagani, Kepala Riset Sunvin Group, penurunan ini terutama dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) investor setelah harga sempat menguat sebelumnya. Selain itu, muncul kabar bahwa India berencana menaikkan bea masuk impor minyak nabati, yang bisa menekan permintaan dari negara tersebut, salah satu importir terbesar CPO dunia.

Di sisi lain, ekspektasi penurunan produksi di Malaysia ternyata tidak sebesar yang diperkirakan. “Pasokan yang masih cukup kuat membuat tekanan jual meningkat,” ujarnya.

Meski sedang turun, posisi CPO secara teknikal masih dianggap bullish atau cenderung menguat dalam jangka menengah.
Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 55. Dalam analisis teknikal, RSI di atas 50 biasanya menandakan tren harga masih positif.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 74, menunjukkan bahwa posisi beli (long position) masih cukup kuat di pasar.

Untuk perdagangan Selasa (7/10), harga CPO tetap berpotensi terkoreksi. Pelaku pasar disarankan mencermati pivot point di MYR 4.432 per ton sebagai titik acuan utama.

Dari titik ini, harga CPO berpeluang menguji support (batas bawah) di kisaran MYR 4.426–4.408 per ton. Jika tekanan jual berlanjut, target paling pesimistis atau support terjauh bisa turun hingga MYR 4.321 per ton.

Sebaliknya, jika terjadi pembalikan arah dan harga mampu menembus resisten terdekat di MYR 4.453 per ton, maka CPO berpotensi kembali menguat menuju MYR 4.462–4.486 per ton. Untuk skenario paling optimistis, harga bahkan bisa menanjak sampai MYR 4.565 per ton.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :