Berita / Lingkungan /
Habitat Gajah Sumatera di Bengkulu Utara Terdesak Perkebunan Sawit
Gajah Sumatera di TWA Sebelat. foto: ist.
Bengkulu, elaeis.co - Kantong gajah Sumatera di wilayah Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, semakin terdesak oleh aktivitas ekonomi.
Jauh sebelum masuknya perusahaan pertambangan ke wilayah itu, aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit telah lebih dulu mengusik habitat satwa yang dilindungi ini.
Kepala Unit (Kanit) Administrasi Satgas Polisi Hutan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Sudarmawan mengatakan, ancaman terhadap populasi gajah Sumatera di daerah tersebut akibat aktivitas pembukaan lahan perkebunan sawit oleh masyarakat dan perusahaan terus meningkat.
"Makanya kami akan terus melakukan pengamanan habitat gajah Sumatera di wilayah sebelat, tepatnya di Taman Wisata Alam (TWA) Sebelat, HPT Air Rami, dan Lebong Kandis. Pengawasan harus dilakukan untuk menjaga populasi gajah di TWA Sebelat," kata Sudarmawan, Minggu (28/5).
Menurutnya, pengamanan kawasan habitat gajah Sumatera juga bertujuan untuk mencegah konflik dengan manusia. "Pengamanan kawasan habitat gajah adalah prioritas. Itu dilakukan agar habitatnya tidak hilang dan tidak terjadi konflik yang bisa menyebabkan matinya gajah atau kerugian material di pihak masyarakat," ujarnya.
Pengamanan kawasan dilakukan dengan melibatkan pihak terkait seperti aparat kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya. "Selain itu, sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan gajah Sumatera," ujarnya.
Berdasarkan data BKSDA Bengkulu-Lampung, populasi gajah Sumatera di Bengkulu Utara tidak lebih dari 60 ekor. Jumlah tersebut dikhawatirkan akan terus berkurang jika habitatnya dirambah. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan perlindungan menjadi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan spesies yang terancam punah ini.
Aktivis Lingkungan Bengkulu dari Kanopi Hijau Indonesia, Ali Akbar mendukung langkah penyelamatan gajah oleh BKSDA Bengkulu-Lampung. "Jangan sampai habitat dan populasi gajah Sumatera di Bengkulu tinggal cerita," tandasnya.
Belum lama ini seekor gajah ditemukan mati di Bengkulu Utara dengan kondisi kaki berlubang. Bangkainya ditemukan tidak jauh dari lahan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.
"Gajah sumatera merupakan harta karun alam yang harus kita jaga bersama. Saya berharap upaya pengamanan ini dapat memberikan perlindungan yang maksimal bagi gajah Sumatera. Jangan ada lagi kasus kematian gajah akibat konflik dengan manusia," tutupnya.







Komentar Via Facebook :