Bengkulu, elaeis.co - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengungkapkan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit dapat memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat lalu lintas truk angkutan tandan buah segar (TBS) dan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Menurut data realisasi DBH Sawit per 30 November 2023, Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara berhasil menyerap anggarannya 100 persen.
Namun, sembilan kabupaten/kota lainnya, termasuk Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, dan Kota Bengkulu, masih nihil serapan DBH.
Gubernur Rohidin menyatakan bahwa bagi daerah yang belum memanfaatkan dana tersebut, pencairan anggaran tetap akan dilakukan pada 27 Desember 2023, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 91 tahun 2023.
"Terkhusus DBH Sawit ini, sudah diatur bahkan sebelum penggunaannya. Pemerintah Pusat harus jelas dulu rincian penggunaannya untuk apa, kemudian persentasenya berapa," ujar Rohidin, Minggu (10/12).
Ia menegaskan bahwa daerah yang tidak melengkapi persyaratan maka tidak akan ditransfer akhir Desember dan tidak dapat menggunakannya.
Rohidin berharap daerah yang belum merealisasikan DBH melakukan identifikasi terhadap kendala yang dihadapi, karena dana transfer dari pusat sangat dibutuhkan.
"Jangan sampai nanti tidak ada anggaran kita rebut," kata Rohidin.
Ia meminta agar kendala diatasi bersama, sehingga program pembangunan dapat berjalan lancar sesuai dengan alokasi anggaran yang telah diberikan. Sehingga alokasi anggaran tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat Bengkulu.
"Mari atasi kendala ini bersama dan manfaatkan alokasi anggaran dengan baik, agar bisa dirasakan masyarakat Bengkulu," tutupnya.
Gubernur Sebut DBH Sawit untuk Bengkulu akan Dialokasikan untuk Kegiatan Ini
Diskusi pembaca untuk berita ini