https://www.elaeis.co

Berita / Nusantara /

Gara-gara DMO Migor, Ekspor CPO Susut

Gara-gara DMO Migor, Ekspor CPO Susut

Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman dalam Webinar 'Dampak Kebijakan DMO dan DPO terhadap Ekspor CPO', Jumat kemarin. (Tangkapan layar/elaeis)


Jakarta, elaeis.co - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengatakan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada periode 1 Januari-24 Februari 2022 terjadi penurunan akibat kebijakan domestic market obligation (DMO).

"Volume ekspor CPO di periode itu hanya 4,04 juta metrik ton dengan pendapatan Rp6,22 triliun," kata Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman dalam Webinar 'Dampak Kebijakan DMO dan DPO terhadap Ekspor CPO', Jumat kemarin.

Dari data yang disampaikan Eddy, tahun lalu total produksi CPO tanah air mencapai 46,88 juta ton. Dari jumlah itu, 34,23 juta ton di antaranya diekspor ke luar negeri. Sementara 18,42 juta ton lainnya digunakan untuk kepentingan domestik seperti bahan baku minyak goreng (migor) 8,95 juta ton  dan 7,34 juta ton untuk biodiesel. 

Lebih jauh Eddy mengatakan, kelangkaan minyak goreng sesuai harga eceran masih terjadi di Indonesia. Menurutnya kelangkaan itu disebabkan karena akses produsen minyak goreng pada bahan baku domestic price obligation (DPO) masih terbatas.

"Saat ini masih terus terjadi masa transisi di mana produsen masih mencari bahan baku yang sesuai DPO untuk memproduksi minyak goreng harga eceran terbatas (HET),” kata dia.

Eddy bilang, mestinya pemerintah mempertemukan produsen minyak goreng dengan produsen CPO sesuai harga DPO. “Nah, misalnya dengan melibatkan Perum Bulog dalam hal distribusi minyak goreng HET hingga masyarakat bawah. Pasalnya sangat diperlukan penyiapan rantai pasok minyak goreng HET," pungkasnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :