Berita / Nasional /
Gapoktan Solusi Strategis Kelapa Sawit Berkelanjutan
Tandan buah segar kelapa sawit.(Dok)
Jakarta, elaeis.co – Penguatan peran Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dinilai menjadi solusi strategis dalam mendukung percepatan kelapa sawit berkelanjutan. Untuk itu dinilai perlu keseriusan dalam mendorong petani berkelompok dan berlembaga.
Dermawan Harry Oetomo yang merupakan petani sawit dan sekaligus salah satu Pengurus DPP Apkasindo menjalankan petani sawit menuju konsep naik kelas. Mulai dari peningkatan SDM hingga menikmati harga tbs yang lebih berkeadilan.
Menurutnya, perkembangan komoditas sawit yang terus meningkat harus menjadi dasar pola pikir bagi para pengurus Kelompok Tani (Poktan) dan Gapoktan. Peningkatan produktivitas, perbaikan kualitas tanaman, serta penguatan kelembagaan menjadi kunci untuk mewujudkan sawit sehat dan petani sawit hebat.
“Produktivitas meningkat, sawit sehat, petani sawit hebat. Itu hanya bisa tercapai jika kelembagaan petani diperkuat dari hulu,” ujarnya kepada elaeis.co, Jumat (20/02)
Kendati begitu, Dermawan menilai masih kurangnya sosialisasi dan dorongan dari pemerintah pusat maupun daerah, khususnya kementerian dan dinas terkait, menjadi tantangan tersendiri. Padahal menurutnya, pemerintah sebagai garda terdepan memiliki tanggung jawab langsung dalam membina dan menguatkan Poktan serta Gapoktan.
Ia menegaskan, peran aktif lintas kementerian sangat dibutuhkan agar kelembagaan petani dapat berkontribusi maksimal dalam menyukseskan program strategis nasional, termasuk penguatan koperasi desa.
Dalam pandangannya, poktan dan gapoktan harus diposisikan sebagai pondasi utama Koperasi atau KUD. Melalui proses pembinaan yang terstruktur, kedua lembaga ini dapat melahirkan calon-calon pengurus koperasi yang lebih siap, terseleksi secara alami, dan memiliki kapasitas manajerial yang memadai.
Ia mengakui, selama ini banyak koperasi atau KUD yang tidak mampu bertahan lama akibat perbedaan latar belakang pendidikan dan pola pikir petani sawit swadaya. Karena itu, pembinaan melalui poktan dan gapoktan menjadi mekanisme strategis untuk menciptakan regenerasi kepemimpinan yang lebih berkualitas.
“Melalui kelompok tani dan gabungan kelompok tani, akan muncul figur-figur yang layak duduk sebagai pengurus koperasi secara otomatis karena sudah melalui proses seleksi dan pembinaan,” jelasnya.
Dharmawan menegaskan peran aktif kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati hingga kepala dinas terkait, untuk lebih dominan dalam mendukung penguatan kelembagaan petani sawit. Menurutnya, keberhasilan sektor sawit tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sudah saatnya ada langkah nyata demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, khususnya petani sawit sebagai bagian penting penggerak ekonomi nasional,” tegasnya.
Dengan penguatan kelembagaan dari tingkat paling dasar, Dermawan optimistis percepatan PSR dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan petani sawit Indonesia semakin mandiri dan berdaya saing global.







Komentar Via Facebook :