Berita / Nusantara /

Gagas Siska Ku Intip, Paman Birin Bakal Dapat Satyalancana Wira Karya

Gagas Siska Ku Intip, Paman Birin Bakal Dapat Satyalancana Wira Karya

Tim Penilai Setmilpres Kemensetneg dan Kementerian Pertanian bersama Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, meninjau program Siska Ku Intip. Foto : Donny Sophiandi


Banjarbaru, elaeis.co – Komitmen dan inovasi Gubernur Kalimantan Selatan (kalsel), Sahbirin Noor atau Paman Birin, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan sawit dan peternakan mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Tim verifikasi dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia pun sengaja mengunjungi Kalsel terkait penghargaan Satyalancana Wira Karya. Kedatangan tim guna mendengarkan presentasi program sistem integrasi kelapa sawit sapi berbasis kemitraan usaha ternak inti plasma (Siska Ku Intip) dari Paman Birin.

Paman Birin mengatakan, Siska Ku Intip adalah sinergi kegiatan peningkatan produksi dan populasi sapi melalui pemanfaatan lahan sawit inti-plasma, pemanfaatan limbah industri sawit dan pelepah sawit untuk pakan ternak, penguatan pembiayaan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan penguatan rantai pasok ternak dan hasil ternak.

"Didukung ketersediaan pasokan, saat ini telah terbentuk 20 klaster Siska Ku Intip yang tersebar di 4 kabupaten yaitu Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Kuala, dan Tabalong," jelasnya melalui keterangan resmi Diskominfo Kalsel.

Saat ini di Kalsel total populasi sapi berjumlah 2.538 ekor yang telah menghasilkan 59 ton daging sapi. Populasi akan terus bertambah seiring perkembangan program dengan target populasi 21.000 ekor sapi dan produksi daging 1.033 ton pada akhir 2024.

"Dengan adanya program Siska Ku Intip, biaya produksi sapi menjadi lebih terjangkau, memenuhi indikator keterjangkauan harga, jauh lebih efisien (57,37%) dibandingkan daging konvensional, sehingga mampu menyediakan daging sapi di bawah harga pasar," paparnya.

Disampaikan Paman Birin, sebelum program Siska Ku Intip dilaksanakan di Kalsel, budidaya ternak sapi di Kalsel bersifat tradisional, biaya produksi sapi yang tinggi, penggembalaan sapi di kebun sawit kurang efisien baik dari segi waktu, biaya dan tenaga karena sapi digembalakan secara lepas liar.

"Setelah adanya program Siska Ku Intip, pola produksi sapi telah berubah menjadi berbiaya rendah karena memanfaatkan sumber pakan yang ada di kebun sawit," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Gelar, Tanda Jabatan dan Tanda Kehormatan Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono mengatakan, kunjungan kali ini adalah untuk verifikasi usulan dari Kementerian Pertanian.

“Gubernur Sahbirin Noor telah memenuhi syarat secara administrasi, untuk itu kami datang verifikasi ke lapangan, apakah benar inovasi ini bermanfaat, apakah para pekebun dan peternak merasakan manfaatnya dari kebijakan beliau,” katanya.

Menurutnya, hasil dari verifikasi akan disampaikan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) untuk menjadi pertimbangan layak tidaknya menerima penghargaan.

Dikatakanya, penghargaan Satyalancana Wira Karya akan disematkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI tahun 2023 di Kota Padang.

Satyalancana Wira Karya adalah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia, kepada para warganya yang telah memberikan darma baktinya yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia, sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain.
 

Komentar Via Facebook :