https://www.elaeis.co

Berita / Serba-Serbi /

Diserahkan Dirjenbun, Mahasiswa ITSI Raih Beasiswa PATEN dari PalmCo 

Diserahkan Dirjenbun, Mahasiswa ITSI Raih Beasiswa PATEN dari PalmCo 

Penyerahan mahasiswa yang lulus program PATEN PTPN Palmco.(Ist)


Medan, elaeis.co - Sebanyak sepuluh mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) dan lima mahasiswa dari Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta menerima beasiswa PalmCo Talent Pipeline Program (PATEN) dari PTPN IV PalmCo, Jumat (10/10) lalu.

Penyerahan beasiswa PATEN itu dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), Dr Abdul Roni Angkat STP MSi, didampingi oleh Direktur Utama (Dirut) PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, di Gedung Serbaguna ITSI Jalan Willem Iskander, Medan. 

Hadir dalam acara tersebut Dirjen Perkebunan Kementan RI Abdul Roni Angkat, Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santoso, Direktur SDM dan TI PalmCo Suhendri, Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta Sosiawan Hary Kustanto, Region Head-Regional I PTPN IV Palmco Rurianto.

Lalu, hadir juga Region Head-Regional II PTPN IV Palmco Budi Susanto, SEVP Bussines Support PTPN IV Regional I Ahmad Diponegoro, SEVP Bussines Support PTPN IV Regional II Arif Subhan Siregar.

Selanjutnya, Kabag Sekretariat dan Hukum-Regional I PTPN IV Palmco Dedi Ariandi, Kabag SDM dan Sistem Manajemen-Regional II PTPN IV Palmco Hwin Dwi Putera, Plh. Kabag SDM dan Sistem Manajemen-Regional I PTPN IV Palmco Yunita Nasution.

Kasubag PSDM dan Talenta-Regional I PTPN IV Palmco,Perwakilan Kasubag PSDM dan Talenta-Regional II PTPN IV Palmco, Direktur Politeknik LPP Yogyakarta Muhammad Mustangin, Wakil Rektor I ITSI Eka Bobby Febrianto dan jajaran terkait.

Penyerahan beasiswa itu dirangkai dengan kuliah umum terkait pembangunan SDM perkebunan melalui beasiswa PATEN menghadirkan sejumlah narasumber bidang perkebunan nasional.

Dirjenbun Abdul Roni Angkat mengapresiasi para mahasiswa yang memilih kampus perkebunan dan menilainya sebagai pilihan yang tepat dengan pendidikan karakter yang kuat. 

"Harus disyukuri karena banyak orang yang tidak dapat pendidikan semacam ini," kata pria yang berasal dari Kabupaten Pakpak Bharat ini. 

Menurutnya, literasi dan pengetahuan bisa dengan mudah didapat, namun membentuk karakter sesuai bidang itu yang sulit.

Akan tetapi, sambung Abdul Roni Angkat lagi, hal itu bisa didapat dengan berkuliah di ITSI dan Poltek LPP Yogyakarta.

Dirjenbun kemudian memotivasi para mahasiswa agar berani bermimpi dan meyakinkan bahwa keberhasilan tergantung diri masing-masing. 

Roni Angkat berpesan, untuk sukses di industri perkebunan harus mempunyai karakter jujur, berintegritas, disiplin dan jangan lupa tetap rajin beribadah serta termotivasi terus meningkatkan kapasitas diri. 

Ia juga menceritakan kehidupannya yang inspiratif sehingga menjadi pemantik semangat untuk mahasiswa agar berjuang menyelesaikan pendidikan. 

Dalam kesempatan yang sama, dirinya juga menyampaikan bahwa potensi Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) dan Politeknik LPP Yogyakarta untuk menerima mahasiswa beasiswa SDM Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dapat ditingkatkan kuotanya. 

Hal ini terlihat dari komitmen Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta beserta kedua kampus yang dikelola memiliki dedikasi kuat dalam mencetak generasi tangguh masa depan yang siap mental membangun industri perkebunan di Indonesia.

Dirut PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa dalam sambutan menyampaikan, dari 153 pendaftar program beasiswa pendidikan ini, hanya 15 yang terbaik dari yang terbaik penerima di dua kampus yang dinaungi Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) ini. 

Dengan kinerja dan performa terbaik, mantan Dirut PTPN V Riau ini menyebutkan bahwa di masa depan penerima program ini bisa ditingkatkan jumlahnya. 

Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang lulus beasiswa PalmCo (PATEN) agar memiliki semangat dan dedikasi tinggi dalam memajukan indutri perkebunan. 

Sembari berterima kasih kepada ITSI dan Poltek LPP Yogyakarta, ia mengarahkan agar industri sawit ke depan menjadi bagian dari swasembada pangan dan energi, PTPN IV PalmCo sebagai penggeraknya dan ITSI sebagai mitra. 

Para lulusan nantinya diajak bergabung dan berkontribusi dalam pengembangan industri sawit demi kemajuan Indonesia.

Selanjutnya, Dirut PTPN IV PalmCo dalam sambutannya memberikan pesan kepada mahasiswa khususnya penerima beasiswa agar selalu berlaku jujur, disiplin dan taat beribadah. 

Sebab, katanya, ketiga hal tersebut akan membentuk karakter seseorang, dan tentu tidak berdiri sendiri, melainkan saling mendukung dalam membentuk karakter yang tangguh, terpercaya, dan berprestasi. 

Kata dia, para mahasiswa yang mampu menanamkan ketiga hal tersebut dalam kesehariannya akan menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual namun juga memiliki integritas moral serta keimanan yang kuat.

"Dan semuanya itu sangat dibutuhkan dalam menghadapi dinamika kehidupan dan tantangan masa depan," ujar Jatmiko Krisna Santosa.

Ketua YPPY, Sosiawan Hary Kustanto menyampaikan, dua kampus perkebunan di bawah naungan YPPY kini memiliki sekitar 3.800 mahasiswa dan sebagian besar adalah penerima beasiswa perkebunan seperti BPDP, Palmco dan lainnya. 

Hal itu, ujarnya, bisa memotivasi para mahasiswa agar terus meningkatkan kualitas pendidikan, akademik, sarana prasarana, pembenahan internal dan lainnya. 

Hal itu untuk menyiapkan lulusan yang siap di dunia kerja dan industri, khususnya perkebunan, juga siap membangun daerah asal masing-masing. 

Ketua YPPY menyampaikan bahwa Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta berkomitmen untuk memenuhi target capaian kerja Yayasan melalui kedua kampus yang dikelola yaitu ITSI dan Politeknik LPP Yogyakarta.

"Di antaranya adalah meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara memacu kompetensi dosen pada level doktor, pemenuhan sarana dan prasarana guna menunjang proses pendidikan mahasiswa," ucap Sosiawan.

"Kemudian, diperlukan tata kelola perguruan tinggi yang baik, serta membangun networking yang luas dengan dunia industri perkebunan," ujarnya lagi. .

Menurutnya, hal itu sangat diperlukan sebagai langkah untuk menciptakan generasi muda yang unggul, kompeten dan berintegritas.

Di sisi lain, Rektor ITSI Purjianto SE MM yang diwakili Wakil Rektor I Eka Bobby Febrianto SP MSi menyampaikan perjalanan dan perkembangan ITSI yang bertransformasi sejak 2021. 

Kepada para mahasiswa, dia menyebutkan bahwa transformasi adalah perubahan bagian dinamisasi kehidupan. Dia bilang, dalam kaitan kuliah umum ini, bertujuan agar mahasiswa bisa memenuhi indikator SDM yang dibutuhkan perusahaan dan industri. 

"Kuliah umum ini sebagai percepatan pemenuhan SDM berkualitas dan kampus ITSI adalah wadah untuk memantaskan diri untuk bisa menjadi bagian dari industri perkebunan Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, rangkaian kuliah umum dibawakan narasumber Direktur SDM dan IT PTPN IV Dr Suhendri dan Direktur Politeknik LPP Yogyakarta Dr Ir Muhammad Mustangin ST MEng. 

Narasumber membahas bagaimana membangun kompetensi lulusan yang sesuai kebutuhan industri melalui corporate university seperti ITSI, juga pentingnya kemampuan digitalisasi yang saat ini harus diterapkan di perkebunan. 

Narasumber juga membahas pentingnya membangun daya saing dalam agribisnis, di antaranya dari sisi kualitas produk, pemasaran hingga pendekatan yang digunakan.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :