https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Diduga Gelapkan Uang Sawit, Ketua Koperasi Dilaporkan ke Polisi

Diduga Gelapkan Uang Sawit, Ketua Koperasi Dilaporkan ke Polisi

Surat panggilan yang dilayangkan Polda Riau kepada saksi terkait laporan dugaan tindak pidana penggelapan dana Kopsa Karya Bakti. Foto: dok.


Pasir Pangaraian, elaeis.co -�Diduga menggelapkan uang bagi hasil kebun kelapa sawit milik anggota koperasi sebesar Rp 16,9 miliar, Ketua Koperasi Petani Sawit (Kopsa) Karya Bakti, Safrijal, dilaporkan ke Polda Riau.

Dari surat pemanggilan terhadap sejumlah saksi pada 21 Juni 2022 lalu yang diperoleh wartawan, pelaporan dengan Nomor Laporan Polisi : LP/B/230/V/2022/SPKT/POLDA RIAU, 22 Mei 2022, itu dilakukan oleh Ketua Kopsa Karya Bakti terpilih versi Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) 4 Februari 2022, Sah Bela Dalimunte.

Saat dikonfirmasi, Sah Bela membenarkan telah membuat laporan itu. "Kami juga sudah memberikan keterangan kepada penyidik terkait permasalahan dugaan penggelapan uang hasil kelapa sawit milik anggota oleh ketua koperasi yang lama," katanya saat dihubungi elaeis.co, Selasa (28/6).

Dalam laporan itu disebutkan, penggelapan diduga dilakukan oleh Safrijal sejak 14 Maret 2018. Setiap anggota koperasi hanya dibayar Rp 52.000 setiap bulan, padahal masing-masing anggota memiliki 2 hektare lahan sawit.

"Gak masuk akal, hasil kebun dua hektare cuma dibayar Rp 52.000 per bulan. Dari itu kita minta Ketua Kopsa Karya Bakti yang lama mempertanggungjawabkan seluruh� kerugian anggota. Banyak anggota yang keberatan atas uang hasil sawit itu," ujarnya.

Menurutnya, selama koperasi dipimpin oleh Safrijal, tidak pernah ada transparansi kepada anggota terkait bagi hasil kebun yang bermitra dengan PT Torganda.

"Selama ini anggota koperasi tidak mengetahui angka ril bagi hasil yang harusnya diterima, anggota hanya menerima Rp 52.000 per bulan," sebutnya.

Menurutnya, permasalahan selama kepemimpinan Safrijal tidak hanya dugaan penggelapan dana koperasi namun juga adanya data fiktif anggota dan dugaan pemalsuan tanda tangan.

"Dari itu kami berharap penyidik jeli mengurai permasalahan ini sampai ke akar-akarnya, karena tidak tertutup kemungkinan ada keterlibatan oknum lainnya," ucapnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :