https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Budi Daya di Kebun Sawit Efektif Turunkan Harga Cabai di Bengkulu

Budi Daya di Kebun Sawit Efektif Turunkan Harga Cabai di Bengkulu

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Yenita Saiful


Bengkulu, elaeis.co - Kabar baik bagi pecinta masakan pedas di Provinsi Bengkulu. Harga cabai di daerah ini turun signifikan dalam beberapa minggu terakhir. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Yenita Saiful mengungkapkan, penurunan ini disebabkan oleh petani kelapa sawit yang membudidayakan tanaman cabai di kebun sawit miliknya.

"Petani kelapa sawit di Bengkulu sudah mulai menanam cabai sebagai tanaman sampingan. Hal ini membuat pasokan cabai meningkat sehingga harga cabai turun," ujar Yenita Saiful dalam wawancara, Sabtu (25/3).

Menurut data yang dirilis oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, harga cabai di Kota Bengkulu saat ini mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Angka ini menurun dari harga awal Maret 2023 yang mencapai Rp 44 ribu per kilogram.

Banyak masyarakat Bengkulu yang merasa senang dengan penurunan harga cabai ini. Seorang ibu rumah tangga di Kota Bengkulu, Dina Lorenza mengaku senang karena bisa menghemat pengeluaran untuk bahan masakan.

"Biasanya saya harus membeli cabai dengan harga yang lebih mahal. Sekarang, dengan harga yang lebih murah, saya bisa menghemat uang untuk membeli bahan makanan lainnya," ujarnya.

Namun, tidak semua pihak senang dengan penurunan harga cabai ini. Petani cabai di Bengkulu mengeluhkan penurunan harga yang terlalu drastis. Harga cabai yang turun ini dinilai akan merugikan mereka.

"Kami berharap harga cabai bisa stabil agar kami bisa tetap memperoleh keuntungan yang adil dari usaha kami," ujar salah satu petani cabai di Kabupaten Rejang Lebong, Nuraini.

Meskipun ada kekhawatiran dari petani cabai, penurunan harga ini memberikan efek positif bagi sektor industri makanan di Bengkulu. Sejumlah pengusaha kuliner di Bengkulu telah merasakan manfaat dari penurunan harga cabai ini. 

"Saya bisa membeli cabai dalam jumlah yang lebih besar dengan harga yang lebih murah. Ini membantu bisnis saya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas menu yang saya tawarkan," ujar seorang pengusaha restoran di Kota Bengkulu, Uda Saf.

Secara keseluruhan, penurunan harga cabai di Bengkulu disebabkan oleh adanya petani kelapa sawit yang menanam cabai sebagai tanaman sela di kebun sawit mereka. Meskipun ada kekhawatiran dari petani cabai, penurunan harga cabai ini telah membantu masyarakat Bengkulu dalam menghemat pengeluaran untuk bahan masakan.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :