https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nasional /

BPDPKS Optimis UMKM Kelapa Sawit Go Internasional

BPDPKS Optimis UMKM Kelapa Sawit Go Internasional

Kadiv UMKM BPDPKS, Helmi Kadiv Muhansyah. (Foto: Syahrul/Elaeis)


Pekanbaru, elaeis.co - Kadiv UMKM BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan bahwa hasil industri UKMK kelapa sawit dapat ikut bersaing di pasar Internasional. Optimis ini terbangun lantaran Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.

"Dari catatan kita saja, per Oktober 2022 sebanyak 3,3 juta ton hasil perkebunan kelapa sawit di ekspor. Dimana nilainya mencapai 2,85 miliar dolar," ujarnya kepada elaeis.co dalam gelaran Bimtek Bikopra Aspek-PIR di Pekanbaru, Riau Senin (21/11) malam lalu.

Helmi menjelaskan, sawit merupakan penyelamat Indonesia karena penyumbang devisa terbesar. Dimana hal ini menjadi semangat untuk UKM kelapa sawit menembus pasar mancanegara. "Kita ingin, bukan hanya tingkat lokal saja, namun bisa menembus ekspor ke negara-negara lain," paparnya.

Untuk mendukung capaian itu, diinformasikannya, BPDPKS memiliki segudang program. Dimana yang terbaru adalah Kemenkeu 1. Yakni seluruh eselon 1 bekerjasama menggesa terwujudnya UKM kelapa sawit di lini masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan mempu mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Kita berharap UKMK berkembang lebih luas lagi. Kita sangat optimis ini bisa terwujud, terlebih di Riau karena penghasil sawit terbesar di Indonesia. Selain itu didukung pula dengan asosiasi kelapa sawit yang bagus. Seperti Aspek-PIR yang menghadirkan program Bikopra," paparnya.

Kendati begitu, yang paling penting untuk tahap awal yakni mempromosikan bahwa kelapa sawit itu baik. Tentunya lewat produk dan program UMKM.

"Saat ini masih banyak yang melihat kelapa sawit dengan pandangan negatif. Nah, ini paradigma yang kita harus rubah dengan mempromosikan bahwa sawit itu baik," paparnya.

Jika hal itu sudah terjamin, maka produk hasil UMKM kelapa sawit dapat berubah menjadi penyumbang devisa baik di daerah bahkan negara.

Komentar Via Facebook :