https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nusantara /

BPDP Perkenalkan Aksesoris Kriya Berbahan Sawit, Harganya Mulai Rp75 Ribu!

BPDP Perkenalkan Aksesoris Kriya Berbahan Sawit, Harganya Mulai Rp75 Ribu!

Aksesoris Kriya berbahan sawit, harganya mulai RP75 ribu.


Gresik, elaeis.co – Upaya memperluas hilirisasi kelapa sawit di Indonesia kini merambah sektor industri kreatif. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkenalkan produk aksesoris kriya berbahan batik yang menggunakan malam berbasis minyak sawit sebagai salah satu material pendukung dalam proses pembuatannya. 

Inovasi ini menjadi contoh pemanfaatan turunan sawit yang tidak hanya terbatas pada industri pangan, energi, atau oleokimia, tetapi juga merambah dunia kerajinan dan fashion.

Produk aksesoris tersebut dikembangkan oleh kelompok pengrajin lokal yang tergabung dalam Griya Batik Gresik, sebuah usaha kriya dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Pengembangan produk ini juga melibatkan kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur guna mendorong penguatan sektor Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) di daerah.

Inovasi tersebut memadukan nilai budaya batik dengan konsep keberlanjutan. Dalam proses produksinya, para pengrajin memanfaatkan malam batik yang berbahan dasar turunan minyak sawit sebagai alternatif pengganti bahan konvensional seperti parafin yang berasal dari minyak bumi. 

Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan komoditas perkebunan nasional secara lebih luas.

Berdasarkan data yang tercantum dalam Katalog 100 Produk UKMK Sawit 2025 yang diterbitkan BPDP, aksesoris kriya batik sawit tersebut dipasarkan dengan harga mulai dari Rp75.000 hingga Rp200.000 per unit. Produk ini menjadi salah satu contoh inovasi pelaku UKMK dalam menciptakan barang bernilai tambah dari turunan kelapa sawit.

Beragam aksesoris yang dihasilkan dirancang untuk melengkapi gaya sehari-hari dengan sentuhan seni tradisional. Motif batik khas daerah dipadukan dengan desain modern sehingga menghasilkan produk yang unik dan memiliki karakter kuat. 

Kombinasi tersebut menjadikan aksesoris kriya batik sawit memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyukai produk kerajinan lokal.

Selain memberikan nilai estetika, produk ini juga menjadi bukti bahwa kain batik dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan yang lebih beragam. Tidak hanya sebagai bahan busana, batik juga dapat diolah menjadi aksesoris yang memiliki fungsi praktis sekaligus nilai seni tinggi.

Sentra produksi Griya Batik Gresik berada di Jalan Saphire VII Nomor 10, Graha Bunder Asri, Kelurahan Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Lokasi tersebut menjadi pusat aktivitas para pengrajin yang secara konsisten mengembangkan produk batik berkonsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan turunan kelapa sawit.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau serta memperkuat peran usaha kecil dalam rantai nilai industri sawit nasional. Dengan memanfaatkan bahan baku alternatif yang berasal dari komoditas perkebunan, pelaku usaha lokal dapat menghasilkan produk yang lebih inovatif sekaligus memiliki nilai keberlanjutan.

BPDP sendiri terus berupaya mendukung pengembangan usaha kecil melalui berbagai program kemitraan dan pemberdayaan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UKMK agar mampu menghasilkan produk kreatif yang berdaya saing tinggi di pasar domestik maupun global.

Penerbitan katalog 100 Produk UKMK Sawit 2025 juga menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh pelaku usaha kecil di Indonesia. Dokumen tersebut menampilkan beragam produk turunan sawit yang dikembangkan sepanjang periode 2024 hingga 2025.

Hilirisasi komoditas kelapa sawit pada skala usaha kecil dan menengah dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Dengan semakin banyaknya produk turunan sawit yang dihasilkan oleh pelaku UKMK, nilai tambah komoditas ini dapat terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kreativitas para pengrajin dalam mengolah batik menjadi aksesoris eksklusif juga menunjukkan bahwa kelapa sawit memiliki potensi besar sebagai sumber inovasi lintas sektor. 

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif diharapkan dapat terus memperluas pemanfaatan turunan sawit sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :