Berita / Nasional /
Begini Saran Akademisi Terkait Lahan Sawit Sitaan Satgas PKH
Prima Gandhi. foto: ist./X
Jakarta, elaeis.co – Langkah tegas pemerintah menertibkan kebun kelapa sawit ilegal mendapat pujian dari dosen Agribisnis IPB University, Prima Gandhi. Menurutnya, langkah yang diambil sudah tepat dan sesuai dengan harapan untuk menciptakan industri kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kebijakan lain yang dinilai menunjukkan komitmen serius pemerintah adalah merger tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor kelapa sawit, yakni Agrinas Palma, PT Agrinas Pangan Nusantara, dan PT Agrinas Jaladri Nusantara, menjadi satu kesatuan perusahaan besar yang bernama Agrinas Palma Nusantara.
Merger ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret Indonesia untuk memproduksi kelapa sawit berkelanjutan dengan prinsip yang ramah lingkungan.
Gandhi menekankan pentingnya sektor hulu dalam industri kelapa sawit, yang menjadi landasan bagi keberlanjutan pengelolaan sawit Indonesia. Salah satu langkah awal yang sudah dilakukan adalah mengklasifikasi kebun kelapa sawit hasil penyitaan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Kebun-kebun tersebut dinilai ilegal, namun dengan adanya tindakan penyitaan dan klasifikasi ini, pemerintah menunjukkan keseriusannya untuk mengelola kebun kelapa sawit secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
"Dengan langkah ini, kita bisa memperbaiki citra Indonesia di mata dunia terkait komitmen negara dalam memproduksi sawit yang lebih ramah lingkungan," ujar Gandhi dalam keterangan resmi IPB University dikutip Senin (14/4).
Ia menilai bahwa langkah-langkah awal ini sudah berada di jalur yang benar dan akan memberikan dampak positif bagi industri kelapa sawit Indonesia ke depannya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa Agrinas harus meningkatkan produktivitas dan kualitas dari hasil kebun kelapa sawit yang telah disita. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus berkolaborasi dengan masyarakat sekitar kebun, terutama dalam hal perekrutan tenaga kerja lokal. Ini bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga untuk memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.
"Masyarakat sekitar kebun harus menjadi bagian dari proses ini. Dengan melibatkan mereka dalam pengelolaan dan pengolahan kebun kelapa sawit, kita sekaligus memberdayakan mereka," tambahnya.
Selain kolaborasi dengan masyarakat, dia juga mengusulkan agar Agrinas bekerja sama dengan perguruan tinggi akademik atau vokasional di bidang pertanian. Kolaborasi ini bisa dilakukan dalam bentuk program magang atau riset lapangan, yang bertujuan untuk menciptakan efisiensi dalam pengelolaan kebun kelapa sawit sitaan.
"Bekerja sama dengan perguruan tinggi bisa membantu menciptakan inovasi dalam pengelolaan kebun kelapa sawit, serta memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan," jelasnya.
Visi Agrinas untuk mencapai swasembada pangan dan energi melalui pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sangat diharapkan bisa terwujud. Menurut Gandhi, untuk mencapainya, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan terkait, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, sangat diperlukan.
"Kita harus bersama-sama mendukung pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan agar Indonesia bisa mencapai swasembada pangan dan energi dalam waktu dekat," tutupnya.







Komentar Via Facebook :