Berita / Nusantara /
Aspek-PIR Riau: Program PSR Tersendat karena Persyaratannya
Ketua DPD I Aspek-PIR Riau, Sutoyo. (Ist)
Pekanbaru, elaeis.co - Hingga kini target program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus digenjot. Hal ini bertujuan agar produksi kelapa sawit Nasional terus meningkat. Pemerintah juga berencana akan melakukan uji DNA kelapa sawit masyarakat.
Namun faktanya, menurut Ketua DPD I Aspek-PIR Riau, Sutoyo, program PSR tersendat lantaran beberapa persyaratan yang justru dinilai memberatkan petani bahkan kelembagaan.
"Kalau ingin target PSR tercapai, seharusnya BPDPKS memberikan kemudahan bagi para petani dan kelembagaan. Terutama dalam pengusulannya," kata dia menjawab elaeis.co, Senin (4/7).
Jika PSR ini berjalan dan pemerintah komitmen dengan penerapan bibit berkualitas tinggi, bukan tidak mungkin produksi kebun petani lebih meningkat lagi. "Bisa saja kebun kelapa sawit petani mencapai 30-35 ton/hektare dalam setahunnya," ujarnya.
Tentu jika produksi meningkat, bukan hanya petani yang diuntungkan, namun juga para pelaku usaha dan pemerintah.
"Kita berharap 5-10 tahun mendatang seluruh kebun petani berganti dengan bibit unggul. Sehingga target produksi nasional meningkat dan terjaga," katanya.
Sutoyo juga mengaku mendukung langkah pemerintah yang akan melakukan uji DNA terhadap kebun petani. Malah dia menyebut langkah itu wajib dilakukan untuk mendongkrak produktifitas kebun petani.
"Kita mendukung sebab dari 16,8 juta hektare sawit di Indonesia, 3,8 juta hektare-nya adalah kebun masyarakat yang di dalamnya juga ditanami berbagai jenis varietas, termasuk bibit yang kurang berkualitas," ujarnya .







Komentar Via Facebook :