https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Anies Blak-blakan: Petani Sawit Kerja Keras, Untung Hanya Dinikmati Konglomerat

Anies Blak-blakan: Petani Sawit Kerja Keras, Untung Hanya Dinikmati Konglomerat


Jakarta, elaeis.co – Petani kelapa sawit kecil di Indonesia berjuang keras untuk menopang industri yang bernilai miliaran dolar, namun keuntungan nyaris tidak sampai ke tangan mereka. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti ketimpangan ini dalam Rapat Kerja Nasional I Gerakan Rakyat. 

Menurut Anies, petani sawit kecil menyumbang sekitar sepertiga dari total produksi nasional. Namun, dua pertiga keuntungan justru dinikmati perusahaan besar yang menguasai hilir industri sawit. 

“Petani kecil kebagian produksinya, tapi tidak kebagian kesejahteraannya,” tegas Anies.

Data global menunjukkan industri kelapa sawit senilai 285 miliar dolar AS, namun distribusi yang timpang membuat petani di hulu terus menghadapi tekanan ekonomi. Kondisi ini diperparah dengan risiko ekologis yang mereka tanggung. 

“Ketika banjir melanda, rumah yang hancur bukan rumah direksi perusahaan di hilir, tapi rumah rakyat dan petani,” ujar Anies. 

Ia menekankan fenomena ini sebagai ketidakadilan ekologis, di mana pihak yang merusak lingkungan mendapat untung, sementara rakyat kecil menanggung dampak bencana.

Anies menekankan perlunya reformasi distribusi dan hilirisasi industri sawit agar petani mendapatkan harga yang adil. “Masyarakat adat harus diakui haknya, dan rakyat kecil harus dilindungi serta dikuatkan,” katanya. 

Ia juga menegaskan kritik terhadap praktik industri sawit bukan berarti menentang sawit sebagai produk nasional. “Sawit tetap penting bagi ekonomi, tapi tempatnya bukan di atas puing-puing hutan primer yang dibabat habis,” tambahnya.

Pertumbuhan investasi hilir sawit meningkat 43 persen sepanjang 2025 dan menyumbang 30 persen dari total investasi industri, namun hal ini belum berdampak signifikan pada kesejahteraan petani. 

Anies menyerukan perlunya penguatan regulasi harga, akses kredit untuk petani, dan insentif bagi praktik pertanian berkelanjutan. Selain itu, perlindungan lingkungan dan masyarakat adat menjadi sorotan utama. 

Penataan ulang rantai distribusi dan harga sawit yang adil dianggap sebagai kunci agar industri sawit Indonesia tetap berkembang tanpa merugikan petani kecil dan ekosistem hutan.

“Tidak bisa hanya untung bagi konglomerat, tapi rakyat menderita. Keadilan sosial dan ekologis harus berjalan seiring,” pungkas Anies.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :