https://www.elaeis.co

Berita / Bisnis /

Polimes, Atraktan Lokal Bikin Fruit Set Sawit Meledak 25 Persen, Petani Senang!

Polimes, Atraktan Lokal Bikin Fruit Set Sawit Meledak 25 Persen, Petani Senang!


Jakarta, elaeis.co – Produktivitas kelapa sawit kini bisa meningkat signifikan berkat inovasi lokal dalam bidang penyerbukan. PT Bio Sarana Indonesia memperkenalkan Polimes, produk atraktan yang diklaim mampu meningkatkan fruit set hingga 15–25 persen dengan cara merangsang aktivitas kumbang penyerbuk Elaeidobius kamerunicus, kunci dalam pembentukan buah sawit.

District Sales Manager PT Bio Sarana Indonesia, Okto DL Naibaho S.Sos, menjelaskan bahwa Polimes bekerja dengan melepaskan aroma menyerupai senyawa volatil alami bunga betina sawit yang sedang reseptif. 

“Bunga betina sawit mengeluarkan senyawa estragol sebagai sinyal. Polimes memperkuat aroma tersebut sehingga kumbang penyerbuk menjadi lebih aktif,” ujar Okto. 

Sejak diperkenalkan dari Afrika pada 1983, Elaeidobius kamerunicus telah menjadi serangga penting dalam penyerbukan sawit di Indonesia. Namun, sensitivitasnya menurun dalam hampir 40 tahun terakhir, menyebabkan fruit set rendah dan banyak ditemukan buah kempet atau landak di lahan perkebunan.

Secara konvensional, penyerbukan buatan dilakukan dengan menaburkan serbuk sari secara manual, metode yang efektif namun tidak efisien untuk areal luas karena masa reseptif bunga betina hanya sekitar 48 jam. 

Polimes menawarkan solusi praktis dengan sistem pelepasan aroma bertahap melalui kombinasi fase gel dan cairan yang menguap menjadi gas, mampu bekerja hingga tiga bulan dalam satu aplikasi dan mencakup area 2.500 meter persegi per botol.

Okto menegaskan Polimes aman bagi ekosistem, karena aromanya spesifik hanya menarik kumbang penyerbuk dan tidak mengganggu serangga non-target. Selain meningkatkan fruit set, produk ini juga mendorong populasi kumbang lebih aktif melalui peningkatan aktivitas perkawinan.

Menariknya, Polimes tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga telah didistribusikan ke Malaysia dan sedang diuji coba di beberapa perkebunan di Afrika. 

“Secara nasional sudah dari Aceh sampai Kalimantan. Untuk ekspor, sudah ada distributor di Malaysia dan sedang trial di Afrika,” tambah Okto.

Inovasi Polimes menjadi bagian dari komitmen PT Bio Sarana Indonesia dalam mendukung sawit berkelanjutan melalui pendekatan organik dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan solusi bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan dari komoditas sawit.

Dengan peningkatan fruit set hingga 25 persen, para petani sawit menyambut baik produk lokal ini sebagai terobosan yang memudahkan dan mengefisienkan proses penyerbukan, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi sawit nasional.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :