Jakarta, elaeis.co – Program Beasiswa SDM Sawit 2026 dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) terus jadi perhatian.
Kali ini, pemerintah menyiapkan strategi khusus agar peserta perempuan bisa lebih siap bersaing dan bekerja di industri perkebunan kelapa sawit yang dikenal cukup berat di lapangan.
Hal ini disampaikan Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), Mohammad Alfansyah, dalam Media Briefing Beasiswa SDM Sawit 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (2/6).
Alfansyah menegaskan, sejak awal BPDP tidak membedakan peserta laki-laki dan perempuan dalam proses seleksi beasiswa.
Namun, karena pekerjaan di perkebunan sawit cukup beragam dan ada yang membutuhkan tenaga fisik lebih besar, penempatan kerja di lapangan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.
“Tidak ada pembeda saat seleksi. Tapi nanti di lapangan, memang ada pekerjaan yang cukup berat,” jelasnya.
Agar tetap bisa berkarier dengan baik, peserta perempuan akan diberikan pelatihan tambahan sesuai kebutuhan industri.
Misalnya, mereka bisa ditempatkan sebagai mandor pembibitan, yaitu mengurus tanaman sejak awal. Pekerjaan ini lebih membutuhkan ketelitian dan ketelatenan.
“Kalau mandor pembibitan itu butuh ketelitian tinggi, cocok juga untuk perempuan,” ujar Alfansyah.
Selain itu, peserta perempuan juga bisa mendapat pelatihan tambahan di bidang administrasi, sehingga bisa bekerja di kantor perusahaan perkebunan, bukan hanya di lapangan.
Menariknya, beberapa perusahaan perkebunan kini justru mulai lebih suka mempekerjakan perempuan untuk pekerjaan tertentu. Alasannya, perempuan dianggap lebih teliti dan rapi dalam bekerja.
“Ada perusahaan yang bilang lebih suka pekerja perempuan karena lebih fokus dan teliti,” katanya.
Peserta Perempuan Beasiswa SDM Sawit Dibekali Skill Khusus, BPDP Siapkan SDM Unggul Siap Kerja dan Pimpin Industri Perkebunan
Diskusi pembaca untuk berita ini