Untuk sektor perkebunan sawit, Bengkulu memiliki lahan seluas 414.950 hektare dengan produksi CPO sekitar 1.564.020 ton. “CPO yang dihasilkan masih berbentuk mentah dan belum diolah. Ini peluang besar untuk mengolah CPO beserta turunannya. Kami pastikan ketersediaan bahan baku jika pabrik dibangun di Bengkulu,” tegasnya.

"Selain CPO, Bengkulu juga menghasilkan cangkang sawit untuk arang dan karbon dengan kualitas karbon yang sangat tinggi, lebih dari 80 persen," tambahnya.

Baca juga: Bank Indonesia Komitmen Dukung Hilirisasi, Petani Berharap Bukan Hanya Sebatas Wacana

Potensi besar lainnya adalah sektor perikanan, dengan produksi mencapai 160.082,67 ton, serta industri pengolahan ikan dan tambak udang.

“Kesimpulannya, ada beberapa potensi besar yang dapat dikembangkan di Bengkulu, yaitu pembangunan pelabuhan sebagai pintu ekspor, pengolahan batu bara untuk meningkatkan kualitasnya, sektor perikanan, serta pengolahan kelapa sawit baik untuk minyak goreng maupun pengolahan cangkangnya. Potensi pasir besi juga masih akan dikaji lebih lanjut,” paparnya.

Dengan pemaparan tersebut, Gubernur Rohidin berharap investor dari Tiongkok tertarik untuk berinvestasi di Provinsi Bengkulu.

“Sebagai kepala daerah, saya dapat menjamin bahwa proses investasi di Bengkulu aman dan berkelanjutan, dengan perizinan yang mudah dan cepat. Harapan kami, investasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” ungkapnya.

Baca juga: Kemenperin Dorong Hilirisasi dan Susun Roadmap Songsong Sawit Indonesia Emas 2045

Salah satu investor dari Tiongkok yang juga ketua rombongan, Fan Guoping, menyampaikan terima kasih atas sambutan Rohidin dan jajarannya. Ia menyatakan bahwa apa yang dipaparkan membuat mereka tertarik dan yakin untuk berinvestasi di Bengkulu.

“Dari presentasi gubernur tadi, kami yakin bahwa potensi di Bengkulu sangat besar dan sangat potensial untuk diekspor. Saya percaya Bengkulu adalah salah satu tempat terbaik untuk berinvestasi,” ujar Presiden Xiamen Minghao Import and Export Trading Co. Ltd/PT Minghao Gongbu Machinery itu.

Sebagai bentuk keseriusan mereka, rencananya mereka akan meninjau langsung lokasi pelabuhan di Seluma dan Bengkulu Utara. Selain ingin berinvestasi di bidang pertambangan, mereka juga berencana berinvestasi di bidang furnitur, membangun pusat riset, serta mendirikan beberapa pabrik di Bengkulu.

“Dalam waktu dekat, beberapa rekan kami akan datang untuk meninjau lokasi pembangunan pabrik industri furnitur dan produksi triplek untuk industri dan ekspor,” tambahnya.