Pekanbaru, elaeis.co - Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi menekankan bahwa melakukan pemeliharaan kebun merupakan hal penting untuk menjaga bahkan meningkatkan produksi kebun kelapa sawit. Hal ini Ia sampaikan saat membuka gelaran Workshop Praktek dan Produksi Batik Sawit di Gedung Dekranasda Pekanbaru, Selasa (21/4).
Menurut pria yang akrap disapa Ucup ini, petani tidak seharusnya hanya menyerahkan tanaman kelapa sawitnya kepada Tuhan. Walaupun tanaman kelapa sawit tanpa perawatan juga akan menghasilkan tandan buah segar (TBS).
"Pemeliharaan tanaman itu penting, meski kelapa sawit adalah tanah super yang tanpa perawatan juga akan menghasilkan buah. Namun dengan pemeliharaan, perawatan yang tepat maka produksi akan lebih maksimal," ujarnya.
Ucup mengatakan tanan kelapa sawit sudah tiga kali menyelamatkan perekonomian Indonesia. Menurutnya, ini bukti bahwa kelapa sawit cocok untuk menjadi tempat bergantung masyarakat.
"Saat ini prinsipnya, siapa yang tidak memiliki kebun sawit maka belum merasa berhasil. Pola ini berubah dari yang sebelumnya target kesuksesan adalah pegawai negeri sipil (PNS)," paparnya.
Ini terbukti bahwa 3,2 juta orang saat ini bergantung di perkebunan sawit. Bahkan salah satu pendapatan negara terbesar adalah dari perkebunan kelapa sawit.
Dengan begitu, Ia mendorong petani kelapa sawit untuk terus menjaga kebun kelapa sawitnya dengan melakukan perawatan yang maksimal
"Khusus provinsi Riau, seharusnya tidak lagi memikirkan perluasan lahan, namun memaksimalkan kebun yang ada sehingga produksi meningkat, terlebih saat ini harga sawit masih berada diangka Rp3.900/kg," tuturnya.
Petani Jangan Hanya Serahkan Produksi Kebun Kepada Tuhan
Diskusi pembaca untuk berita ini