Bandung, elaeis.co - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukan kepeduliannya pada pengembangan komoditas kelapa sawit.

Sebelumnya Distan Labura berkali-kali mengikutkan para petani sawit dalam berbagai bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan oleh sejumlah lembaga yang bekerjasama dengan Ditjenbun Kementan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Nah, beberapa waktu yang lalu, Distan Labura yang dipimpin oleh drh Hj Sudarijah itu mengirimkan para pegawainya untuk mengikuti bimtek yang diselenggarakan Ditjenbun dan BPDPKS di kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Baca juga: Didukung BPDPKS dan Ditjenbun, PT RPN Kembali Latih Para Petani Sawit Labura

Kepala Distan Labura drh Hj Sudarijah dalam keterangan resmi yang diterima elaeis.co, Senin (21/7/2024), menjelaskan bahwa bimtek tersebut digelar dalam rangka meningkatkan pengelolaan keuangan dan pertanggungjawaban anggaran.

"Khususnya yang terkait dengan kegiatan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit, Bendahara Tim Sarpras se-Provinsi dan Kabupaten serta Kota sektor perkebunan, salah satunya dari Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Utara," kata dia.

Kegiatan itu, ungkapnya, bertajuk  Bimtek dan Rekonsiliasi Keuangan Kegiatan Sarpras Kelapa Sawit Semester 1, diselenggarakan di De Java Hotel Bandung , Jalan Sukajadi nomor 148-150 Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, 

Baca juga: Musim Mas dan Petani Sawit Binaan Diskusikan Soal Ini dengan Distan Labura

"Saat itu ada banyak narasumber yang hadir, seperti dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BPDPKS. Kegiatan tersebut diadakan oleh Tim Sarpras PKS Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI," kata dia.

Ia bilang, bimtek yang diikuti juga tim bendahara dari Distan Labura  bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para bendahara Tim Sarpras Provinsi, Kabupaten, dan Kota tentang jenis dan tarif pengenaan pajak serta pembukuan pajak pada belanja pemerintah.