Sampit, elaeis.co – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Halikinnor, meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di daerah itu ikut menjaga situasi kamtibmas.

Dia mengaku telah mengingatkan dua perusahaan perkebunan kelapa sawit karena tidak melakukan kewajiban yang ditetapkan aturan perundang-undangan.

“Saya tidak ingin iklim investasi di Kotim menjadi tidak kondusif akibat penjarahan,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Minggu (31/12).

Saat ini penjarahan kebun sawit marak terjadi di sejumlah kabupaten di Kalteng. Dari informasi yang ia terima, di Kabupaten Seruyan hampir semua perkebunan kelapa sawit jadi sasaran penjarahan. Ia mengaku tidak ingin hal serupa terjadi di Kotim.

"Permasalahan menyangkut perkebunan kelapa sawit perlu ditangani dengan serius karena menyangkut dengan arus investasi ke daerah yang berdampak terhadap perekonomian," tukasnya. 

Menurutnya, aksi penjarahan di Kotim harus dicegah dengan merealisasikan tuntutan kebun plasma. "Belum pasti penyebab penjarahan ini apakah kewajiban pihak perusahaan tidak dilaksanakan atau bagaimana. Tapi tuntutan plasma ini menjadi PR bagi kami," jelasnya.

Terkait dengan plasma ini, dia mengingatkan dua perusahaan sawit tadi agar menunaikan kewajibannya dengan baik. Jika tidak dilaksanakan hingga tempo yang diberikan, dia mengancam akan memberikan sanksi tegas. 

“Saya sengaja tidak ekspos nama perusahaannya karena perintah RI 1 meminta menjaga kondusifitas investasi. Karena daerah kita ini merupakan salah satu sumber pemasukan negara dari perkebunan kelapa sawit,” ucapnya.