Seperti yang terjadi pada Senin pagi tadi, dengan menerima Direktur Pengolahan dan Pemasaran Ditjenbun Kementan, Prayudi beserta rombongan, guna berdiskusi seputar Bursa CPO.

Pada kesempatan itu, setelah Nursalam dan Yohanes memaparkan rinci manfaat dari Bursa CPO,  Prayudi menyatakan pihaknya sangat mendukung keberadaan Bursa CPO Indonesia dan bertekat turut mendorong kemajuannya.

"Kita telah memiliki Bursa CPO. Karena itu kami hadir di sini untuk mempelajari bagaimana agar kami bisa memberikan info kepada para pekebun mengenai manfaat Bursa CPO ini, ada pasar yang lebih transparan yang bisa kita gunakan," kata Prayudi.

Prayudi menambahkan, saat berikutnya adalah sosialisasi bersama-sama. "Dari Kementerian Pertanian tentu akan lebih fokus kepada penjualnya. Harapan kami, ada kementerian lain yang ikut bergabung dalam hal penguatan pembelinya," ujarnya.

Sementara itu, Gulat Manurung mengingatkan bahwa Bursa CPO adalah suatu keniscayaan dan harus mendapat dukungan penuh dari semua pihak. 

Menurut dia, dengan adanya Bursa CPO membuat petani sawit semakin sadar bahwa bursa berperan penting dalam mendongkrak harga TBS (tandan buah segar). Setiap kenaikan harga CPO di bursa, telah mengoreksi harga TBS.

"Kita tidak cukup menjaga produktivitas hanya dengan pupuk atau bibit unggul. Tapi kita juga harus melihat bahwa harga TBS bersumber awal dari harga CPO. Kita jagalah, kita kawal (Bursa CPO) itu," tegas Gulat.