Kendari, elaeis.co – Menjadi salah satu wilayah yang potensial untuk pengembangan kelapa sawit, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menghadapi banyak tantangan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu.
Untuk mengatasi masalah ini, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Sultra menggandeng Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) untuk mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Ketua DPD Aspek-PIR Sultra, Ir Achmad AS menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola kebun, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menyediakan pendidikan yang tepat agar hasil panen kelapa sawit di Sultra meningkat dan dapat bersaing di pasar global.
"Kelapa sawit adalah salah satu sektor yang menyumbang devisa negara terbesar. Dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) yang mencapai 1,6 juta ton/tahun, menghasilkan devisa sebesar USD 1,44 miliar. Namun, dengan tantangan yang ada, seperti penggunaan benih ilegal dan teknik budidaya yang kurang optimal, banyak petani sawit di Sultra yang tidak bisa mencapai target produksi yang ditetapkan oleh perusahaan besar yaitu 32 ton/hektar/tahun," ujarnya kepada elaeis.co, Selasa (18/2).
Menurutnya, di Sultra masih banyak lahan di luar kawasan hutan yang belum dimanfaatkan. Dengan semakin banyaknya investor membangun pabrik pengolahan kelapa sawit, maka potensi pertumbuhan perkebunan sawit di daerah ini masih sangat besar. “Keberadaan perkebunan kelapa sawit terbukti meningkatkan daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja, serta membantu membuka keterisoliran desa-desa di pedalaman,” sebutnya.
Diakuinya, tanpa pengelolaan yang baik dan pemahaman yang benar tentang teknik budidaya dan pengelolaan keuangan, maka petani sawit akan terus merugi. "Karena itulah Aspek-PIR bersama Unsultra berkomitmen untuk mengedukasi dan mendampingi petani kelapa sawit agar dapat menghasilkan produksi yang lebih tinggi dan berkualitas, sehingga berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah dan negara," paparnya.
Aspek-PIR Sultra Gandeng Unsultra Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini