https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Serba-Serbi /

Terus Dukung Inovasi Baru, EMG dan BPDP Kembali Taja Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit

Terus Dukung Inovasi Baru, EMG dan BPDP Kembali Taja Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit

Gelaran Workshop dan Praktek Batik Sawit di Dumai.(Dok)


Pekanbaru, elaeis.co - Setelah sebelumnya sukses menghadirkan inovasi baru bagi pengrajin batik di Kota Dumai, Elaeis Media Group (EMG) kembali menggelar Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit. Kali ini gelaran yang didukung oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) itu akan digelar di Pekanbaru,  21-22 April 2026 mendatang.

Tidak jauh berbeda dengan gelaran sebelumnya, kegiatan batik sawit ini cukup mendapat animo yang besar bagi masyarakat pekanbaru dan sekitarnya. Sebab tidak sedikit masyarakat khususnya para pelaku industri UMKM untuk ikut dalam gelaran pembuatan batik sawit ini.

Pasalnya selain memberikan ilmu dunia perbatikan, gelaran ini menyuguhkan wawasan baru dan berbeda dari yang lain. Yakni penggunaan "malam" yang berbahan dasar kelapa sawit sebagai bahan tinta membatiknya.

"Inovasi batik semakin berkembang dan banyak yang memproduksinya. Mulai dari UMKM hingga industri. Namun masih sangat sedikit yang tahu bahwa ada turunan kelapa sawit yanh dapat digunakan sebagai malam sawit. Nah lewat kegiatan ini kita ingin buka wawasan peserta tentang malam sawit yang dapat menghasilkan kain batik berkualitas," ujar CEO EMG, Abdul Aziz, Selasa (14/4).

Menurutnya malam sawit menjadi peluang baru di pasar batik Indonesia. Sebab, belum banyak yang memproduksi batik berbahan kelapa sawit tadi.

"Oleh sebab itu, kami memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung perkembangan industri kelapa sawit dari hulu hingga hilir. Salah satunya untuk membumikan batik ber-malam sawit di Provinsi Riau," sambungnya 

Kegiatan yang mengusung tema  “Melalui Batik, Menumbuhkan UKMK Baru Berbasis Turunan Kelapa Sawit” ini rencananya akan digelar di Aula Dekranasda Kota Pekanbaru, Jl. Arifin Ahmad selama dua hari. Dimana 25 persen adalah metode pembelajaran sedangkan sisanya adalah praktek langsung pembuatan malam dan batik sawit. 

Tak tanggung-tanggung, selama gelaran berlangsung peserta akan dipandu oleh para narasumber profesional yang sudah lama bergelut di dunia batik. Diantaranya yakni Miftahudin Nur Ihsan yang merupakan Ketua Umum Paguyuban Batik sawit, Rizky Junianto dari Smart Batik Yogyakarta dan Andiny Yuliani yang merupakan salah satu desainer di Kota Bertuah.

"Kegiatan ini bukan hanya merupakan wadah pelatihan membatik, namun juga membagikan cerita inspiratif dan diskusi interaktif dari para narasumber. Harapan kita ini jadi motivasi dan peluang usaha baru untuk para peserta sehingga dapat menghadirkan produk- produk bernilai ekonomi dan dapat bersaing di pasar batik," tandasnya.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :